Senin, 03 Juni 2013

CANDI SUMBER AWAN SINGOSARI ,MALANG ,JAWA TIMUR,INDONESIA.

CANDI SUMBER AWAN,SINGOSARI,MALANG ,JAWA TIMUR ,INDONESIA.


 Candi sumber awan terlihat dari pos penjaga situs.yang dikelolaoleh perhutani.
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018)
Candi Sumberawan.Menurut Juru Kunci Penjaga Situs.bahwa candi ini dahulu dizaman Prabu Hayam Wuruk Yaitu Raja Majapahit Ke IV ,adalah taman Para Putri Raja.dan sekaligus tempat untuk beribadah,mengingat kawasan Singosari /Tumapel dalah daerah dimana Leluhur Majapahit Berasal .
Candi Sumberawan hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu.tempatnya di tengah hutan yang asri sejuk dan indah panoramanya dan tersembunyi jauh dari pusat kota.

 tampak seperti stupa.dan mirip candi di muara jambi ,sumatra.
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Candi ini dibuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m, dibangun pada ketinggian 650 m di atas permukaan laut, di kaki bukit Gunung Arjuna. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Keadaan inilah yang memberi nama Candi Sumber awan.



  tampak seperti stupa.dan mirip candi di muara jambi ,sumatra.
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada tahun 1935 diadakan kunjungan oleh peneliti dari Dinas Purbakala. Pada zaman Hindia Belanda pada tahun 1937 diadakan pemugaran pada bagian kaki candi, sedangkan sisanya direkonstruksi secara darurat. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Batur candi berdenah bujur sangkar, tidak memiliki tangga naik dan polos tidak berelief. Candi ini terdiri dari kaki dan badan yang berbentuk stupa. Pada batur candi yang tinggi terdapat selasar, kaki candi memiliki penampil pada keempat sisinya. Di atas kaki candi berdiri stupa yang terdiri atas lapik bujur sangkar, dan lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan Padma, sedang bagian atas berbentuk genta (stupa) yang puncaknya telah hilang. Karena ada beberapa kesulitan dalam perencanaan kembali bagian teratas dari tubuh candi, maka terpaksa bagian tersebut tidak dipasang kembali. Diduga dulu pada puncaknya tidak dipasang atau dihias dengan payung atau chattra, karena sisa-sisanya tidak ditemukan sama sekali. Candi Sumberawan tidak memiliki tangga naik ruangan di dalamnya yang biasanya digunakan untuk menyimpan benda suci. Jadi, hanya bentuk luarnya saja yang berupa stupa, tetapi fungsinya tidak seperti lazimnya stupa yang sesungguhnya. Diperkirakan candi ini dahulu memang didirikannya untuk pemujaan.



 reruntuhan Candi Perwara, 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Para ahli purbakala memperkirakan Candi Sumberawan dulunya bernama Kasurangganan, sebuah nama yang terkenal dalam kitab Negarakertagama. Tempat tersebut telah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi, sewaktu ia mengadakan perjalanan keliling. Dari bentuk-bentuk yang tertulis pada bagian batur dan dagoba (stupanya) dapat diperkirakan bahwa bangunan Candi Sumberawan didirikan sekitar abad 14 sampai 15 masehi yaitu pada periode Majapahit. Bentuk stupa pada Candi Sumberawan ini menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Buddhisme.



 seperti menhir /lingga ,dan dibelakangnya setumpuk reruntuhan candi perwara/pendamping Candi Induk. 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),

Stupa Sumberawan atau lebih populer dengan nama candi Sumberawan pertama kali ditemukan orang Belanda tahun 1845. Penemuan ini kemudian mendapat kunjungan pertama para peneliti dan dinas Purbakala pada tahun 1935. Dua tahun berselang, pemugaran pada bagian kaki candi pin mulai dilakukan.

Candi Sumberawan sendiri merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Candi yang terletak di desa Toyomarto, Singosari, kabupaten Malang ini, tidak memiliki tangga naik ruangan, yang biasa digunakan untuk menyimpan benda suci. Diduga, bangunan candi Sumberawan ini hanya memiliki bentuk stupa, namun tidak memiliki fungsi sebagai stupa pada umumnya.

Para ahli purbakala memperkirakan, candi Sumberawan ini dahulunya bernama Kasurangganan, yang cukup terkenal di dalam kitab Negarakertagama. Kitab tersebut menyebutkan bahwa Kasurangganan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi.

Berdasar pada bentuk batur dan stupa, para ahli memperkirakan bangunan candi ini didirikan sekitar abad 14-15 masehi. Tepatnya, pada masa kerajaan Majapahit masih berkuasa. Sedangkan, bentuk stupa pada bangunan candi menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Budhistis.


 tidak ada tulisan yang terpahat di batu yang seperti menhir atau lingga ini. 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),



seperti mahligai dari batu 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Anwar Supriadi, Seksi Museum dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang menjelaskan, selain candi Sumberawan, terdapat banyak situs purbakala lain yang ditemukan di Singosari. Sebut saja, candi Singosari, arca Dwarapala, petirtaan watugede, dan candi Sumber Tele.

Anwar menambahkan, saat ini ada banyak penemuan situs dan cagar budaya yang masih belum dikenal tapi ingin diperkenalkan kepada masyarakat. Beberapa diantaranya, juga masih dalam pengelolaan masyarakat.

"Banyak sekali, seperti situs Nanasan, itu kan masih baru. Dan beberapa penemuan-penemuan yang ada di warga, seperti di desa Toyomarto, ada beberapa situs juga yang dipelihara masyarakat," jelasnya.

Candi Sumberawan sendiri terletak di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota dan keramaian. Tak heran, jika tak banyak yang mengetahui keberadaan candi yang juga dikenal dengan sumber airnya yang bertuah ini.


 memang terlihat seperti Stupa(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),


seperti dua singha sana dari batu didekat reruntuhan candi perwara
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),


KERAJAAN TUMAPEL (VASAL PANJALU).
1.TUNGGUL AMETUNG (AKUWU-1218-1220 M).AKUWU dizaman sekarang adalah setingkat CAMAT,
2.KEN AROK (1220-1222 M).Ditahun ini Ken Arok Mengkudeta Raja PANJALU KEDIRI KE 14 yaitu SANG PRABU KERTAJAYA (DANDANG GENDIS Yang bertahta di Panjalu Kediri selama 17 th dari th 1205-1222 M ).

KERAJAAN TUMAPEL DI KOTA RAJA
1.KEN AROK Setelah mengkudeta Raja Panjalu Kediri Sri Kertajaya th 1222 M. ia naik tahta di TUMAPEL Bergelar SRI RAJASA BHATARA SANG AMURWA BHUMI (RANGGAH RAJASA/BATARA SIWA ) Bertahta selama 5 th dari th 1222 M-1227 M.kemudian kerajaan TUMAPEL Di bagi dua .yaitu PANJALU di DAHA.Dan Kerajaan TUMAPEL DI KOTARAJA DAN SINGHASARI.

A.KERAJAAN PANJALU DI DAHA (Masa Tumapel adalah).
.1 MAHISA WONGATELENG (BHATARA PARAMESWARA)1227-
2.NARARYA GHUNING BHAYA (AGNI BHAYA).
3,NARAYA /PANJI TOHJAYA (1248-1250 M).Adalah putra Ken Arok /ranggah Rajasa yang terlahir dari ibu Ken Umang.

B.KERAJAAN TUMAPEL DI KUTARAJA DAN SINGHASARI.
1.ANUSAPATI (1227-1248 M).Putra AKUWU TUNGGUL AMETUNG Yang terlahir dari ibu Kendedes,dia menggulingkan ayah tirinya yaitu ken arok /Ranggah rajasa.anusapati dibunuh oleh adiknya yaitu tohjaya th 1248 M.
2.SRI JAYA WISNUWARDHANA (MAPANJI SMININGRAT/RANGGAWUNI) Bertahta selama 20 th dari tahun 1248-1268 M.
3.SRI MAHA RAJA DI RAJA SRI KERTANEGARA WIKRAMA DHARMOTUNGGADEWA (SRI MAHA RAJA SRI LOKAWIJAYA PURUSOTAMA WIRA ASTA BASUDEWA DIPA ANIWARIWIRYANINDITA PARAKRAMA MURDHAJA Bertahta selama 24 dari tahun 1268-1292 M.ditahun ini KERTANEGARA Di Gulingkan oleh JAYAKATWANG .Dri GELANG GELANG.Kemudian JAYAKATWANG Bertahta di DAHA KEDIRI Yang kemudian di SERANG OLEH PASUKAN TAR TAR Dari MONGGOL Yang Bersekutu dengan Menantu KERTANEGARA Yang bernama R WIJAYA (PENDIRI MAJAPAHIT TH 1293 M-1309 M).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar