Senin, 07 Oktober 2013

AIR TERJUN SINGO KROMO NGANJUK JAWA TIMUR

AIR TERJUN SINGO KROMO NGANJUK JAWA TIMUR




Air Terjun Singokromo memiliki ketinggian hanya sekitar 20 meter dengan debit air yang cukup besar. Kondisi Air Terjun Singokromo masih betul-betul alami.  Air terjun ini terletak tidak jauh dari Air Terjun Sedudo lebih tepatnya dibawahnya, jaraknya lebih dekat dari pintu masuk loket obyek wisata.
Lokasi

Terletak di Desa, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Propinsi Jawa Timur.

Peta dan Koordinat GPS: 


Aksesbilitas
Berjarak sekitar 2,5 km ke arah selatan dari Kota Nganjuk atau sekitar 2 km di selatan Agro Wisata Ganter.  Jalan masuk ke air terjun ini terletak di dekat pertigaan yang jalannya menanjak 500 m dari loket masuk ke Air Terjun Sedudo.

Kondisi jalan menuju ke air terjun ini sebagian belum diaspal, bahkan di beberapa bagian masih merupakan jalan setapak. Untuk sampai ke lokasi ini tersebut hanya dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan diperlukan sedikit ekstra tenaga karena kondisi medan yang masih alami.  Bagi yang membawa kendaraan roda empat hanya sampai di tempat parkiran.  Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 500 meter atau 15 menit hingga tiba dilokasi air terjun berada. 

Bagi yang malas berjalan dapat menggunakan jasa ojek untuk menuju ke sana dengan ongkos sekitar Rp 10000.  Keberadaan ojek banyak di temui di parkiran atau di depan jalan tanah setapak menuju ke air terjun.  
 

CANDI LOR NGANJUK JAWA TIMUR

CANDI LOR NGANJUK JAWA TIMUR


Candi Lor merupakan bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang diyakini sebagai monumen cikal bakal berdirinya kabupaten Nganjuk yang diperingati setiap tanggal 10 April setiap tahunnya.
Dari prasasti Anjuk Ladang, diketahui bahwa Mpu Sindok, raja Mataram Hindu yang bergelar Sri Maharaja Sri Isyana Wikrama Dharmottunggadewa memerintahkan Rakai Hinu Sahasra, Rakai Baliswara serta Rakai Kanuruhan pada tahun 937 untuk membangun sebuah bangunan suci bernama Srijayamerta sebagai pertanda penetapan kawasan Anjuk Ladang (kemudian nama ini menjadi "Nganjuk") sebagai kawasan swatantra atas jasa warga Anjuk Ladang dalam peperangan.
Pada areal Candi Lor terdapat dua makam abdi dalem kinasih Mpu Sindok yang disebut Eyang Kerto dan Eyang Kerti, dan sebatang pohon kepuh yang telah tumbuh sejak tahun 1866, diketahui dari tulisan Hoepermans.

CANDI NGETOS NGANJUK JAWA TIMUR

CANDI NGETOS NGANJUK JAWA TIMUR


Candi Ngetos adalah Candi Hindu yang berada di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini didirikan pada abad ke-15 pada zaman kerajaan Majapahit.

Candi Ngetos terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer arah selatan kota Nganjuk. Bangunannya terletak ditepi jalan beraspal antara Kuncir dan Ngetos. Menurut para ahli, berdasarkan bentuknya candi ini dibuat pada abad XV (kelimabelas) yaitu pada zaman kerajaan (Majapahit). Dan menurut perkiraan, candi tersebut dibuat sebagai tempat pemakaman raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Bangunan ini secara fisik sudah rusak, bahkan beberapa bagiannya sudah hilang, sehingga sukar sekali ditemukan bentuk aslinya.

Berdasarkan arca yang ditemukan di candi ini, yaitu berupa arca Siwa dan arca Wisnu, dapat dikatakan bahwa Candi Ngetos bersifat Siwa–Wisnu. Kalau dikaitkan dengan agama yang dianut raja Hayam Wuruk, amatlah sesuai yaitu agama Siwa-Wisnu. Menurut seorang ahli (Hoepermas), bahwa didekat berdirinya candi ini pernah berdiri candi berukuran lebih kecil (sekitar 8 meter persegi), namun bentuk keduanya sama. N.J. Krom memperkirakan bahwa bangunan candi tersebut semula dikelilingi oleh tembok yang berbentuk bulat cincin.
Bangunan utama candi tersebut dari batu merah, sehingga akibatnya lebih cepat rusak. Atapnya diperkirakan terbuat dari kayu(sudah tidak ada bekasnya). Yang masih bisa dilihat tinggal bagian induk candi dengan ukuran sebagai berikut :
Panjang candi (9,1 m)
Tinggi Badan (5,43 m)
Tinggi keseluruhan (10 m)
Saubasemen (3,25 m)
Besar Tangga Luar (3,75 m)
Lebar Pintu Masuk (0,65 m)
Tinggi Undakan menuju Ruang Candi (2,47 m)
Ruang Dalam (2,4 m).


Relief pada Candi Ngetos terdapat empat buah, namun sekarang hanya tinggal satu, yang tiga telah hancur. Pigura-pigura padasaubasemennya (alasnya) juga sudah tidak ada. Di bagian atas dan bawah pigura dibatasi oleh loteng-loteng, terbagi dalam jendela-jendela kecil berhiaskan belah ketupat, tepinya tidak rata, atau menyerupai bentuk banji. Hal ini berbeda dengan bangunan bawahnya yang tidak ada piguranya, sedankan tepi bawahnya dihiasi dengan motif kelompok buah dan ornamen daun.

Di sebelah kanan dan kiri candi terdapat dua relung kecil yang di atasnya terdapat ornamen yang mengingatkan pada belalai makara. Namun jika diperhatikan lebih seksama, ternyata suatu bentuk spiral besar yang diperindah. Dindingnya terlihat kosong, tidak terdapat relief yang penting, hanya di atasnya terdapat motif daun yang melengkung ke bawah dan horisaontal, melingkari tubuh candi bagian atas.
Yang menarik, adalah motif kalanya yang amat besar, yaitu berukuran tinggi 2 x 1,8 meter. Kala tersebut masih utuh terletak disebelah selatan. Wajahnya menakutkan, dan ini menggambarkan bahwa kala tersebut mempunyi kewibawaan yang besar dan agaknya dipakai sebagai penolak bahaya. Motif kala semacam ini didapati hampir pada seluruh percandian di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Motif ini sebenarnya berasal dari India, kemudian masuk Indonesia pada Zaman Hindu. Umumnya, di Indonesia motif semacam ini terdapat pada pintu-pintu muka suatu percandian.

ARCA CANDI

Di Candi Ngetos sekarang ini tidak didapati lagi satu arcapun. Namun menurut penuturan beberapa penduduk yang dapat dipercaa, bahwa di dalam candi ini terdapat dua buah arca, paidon (tempat ludah) dan baki yang semuanya terbuat dari kuningan. Krom pernah mengatakan, bahwa di candi diketemukan sebuah arca Wisnu, yang kemudian disimpan di Kediri. Sedangkan yang lain tidak diketahui tempatnya. Meskipun demikian bisa dipastikan bahwa candi Ngetos bersifat Siwa-Wisnu, walaupun mungkin peranan arca Wisnu disini hanya sebagai arca pendamping. Sedangkan arca Siwa sebagai arca yang utama. Hal ini sama dengan arca Hari-Hara yang terdapat di Simping, Sumberjati yang berciri Wisnu.

Candi Ngetos, yang sekarang tinggal bangunan induknya yang sudah rusak itu, dibangun atas prakarsa raja Hayam Wuruk. Tujuan pembuatan candi ini sebagai tempat penyimpanan abu jenasahnya jika kelak wafat. Hayam Wuruk ingin dimakamkan di situ karena daerah Ngetos masih termasuk wilayah Majapahit yang menghadap Gunung Wilis, yang seakan-akan disamakan dengan Gunung Mahameru. Pembuatannya diserahkan pada pamannya raja Ngatas Angin, yaitu Raden Condromowo, yang kemudian bergelar Raden Ngabei Selopurwotoo. Raja ini mempunyai seorang patih bernama Raden Bagus Condrogeni, yang pusat kepatihannya terletak disebelah barat Ngatas Angin, kira-kira berjarak 15 km.

Diceritakan, bahwa Raden Ngabei Selopurwoto mempunyai keponakan yang bernama Hayam Wuruk yang menjadi Raja diMajapahit. Hayam Wuruk semasa hidup sering mengunjungi pamannya dan juga Candi Lor. Wasiatnya kemudian, nanti ketika Hayam Wuruk wafat, jenasahnya dibakar dan abunya disimpan di Candi Ngetos. Namun bukan pada candi yang sekarang ini, melainkan pada candi yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Konon ceritanya pula, di Ngetos dulu terdapat dua buah candi yang bentuknya sama (kembar), sehingga mereka namakan Candi Tajum. Hanya bedanya, yang satu lebih besar dibanding lainnya. Krom juga berpendapat, bahwa disekitar candi Ngetos ini terdapat sebuah Paramasoeklapoera, tempat pemakaman Raja Hayam Wuruk. Mengenai kata Tajum dapat disamakan dengan Tajung, sebab huruf “ng” dapat berubah menjadi huruf “m” dengan tanpa berubah artinya. Misalnya Singha menjadi Simha dan akhirnya Sima. Hal ini sesuai dengan pendapat Soekmono yang menyatakan bahwa setelah Hayam Wuruk meninggal dunia, maka makamnya diletakkan di Tajung, daerah Berbek, Kediri.

Selanjutnya diceritakan, bahwa Raja Ngatas Angin R. Ngabei Selupurwoto mempunyai saudara di Kerajaan Bantar Angin Lodoyo (Blitar) bernama Prabu Klono Djatikusumo, yang kelas digantikan oleh Klono Joyoko. Raja-raja ini ditugaskan oleh Hayam Wuruk untuk membuat kompleks percandian. Raden Ngabai Selopurwoto di kompleks Ngatas Angin menugaskan Empu Sakti Supo (Empu Supo) untuk membuat kompleks percandian di Ngetos. Karena kesaktiannya maka dalam waktu yang tidak terlalu lama tugas tersebut dapat diselesaikan sesuai petunjuk.

Rabu, 26 Juni 2013

.NGERTAKEUN BUMI LAMBA 22-23 juni 2013

NGERTAKEUN BUMI LAMBA 2013 TANGKUBAN PRAHU .

Kembalilah kediri..mulih kajati diri..pulang ka asal..di negri nusantara inilah...INDOENG SIA..=IBU KITA...INDONESIA..IBU DARI SEGALA BANGSA BANGSA DIDUNIA..PERADABAN TERTUA DAN ADILUHUNG PENUH CINTA KASIH SOPAN SANTUN DAN SANGAT BERADAB...terlahir berbagai suku agama ras bangsa bangsa....menyebar keseluruh permukaan bumi..NUSANTARA NEGRI SABA GUNUNG YANG MAHSYUR..SUBUR MAKMUR TIADA TARA..SUMBER MAKANAN DAN MINUMAN BAHKAN OKSIGEN PARU PARU DUNIA..MENGHIDUPI SEGENAP NEGRI SEBRANG YANG GERSANG DAN TANDUS...MENGHIDUPI BANGSA BANGSA YANG YANG TAK MAMPU MENGHASILKAN SANDANG DAN PANGAN.....RAHAYU..RAHAYU NUSANTARA JAYA....KITA BUKANLAH BANGSA YANG HANYA PANDAI MENYEMBAH...NAMUN KITA ADALAH BANGSA YANG HARUS PANDAI MEMPERSEMBAHKAN...segala sesuatu yang kita persembahkan akan berbalik kepada diri pribadinya sendiri...karna bagaikan cermin..jika hakekat semesta adalah perwujudan dari diri yang satu..tak akan dapat siapapun memahami hakekatnya jika hanya melihat kulit luarnya tanpa ia masuk kedalam alamnya..dan lebur dalam kemanunggalan sdjati...kita bukan bangsa yang berebut benar sendiri sendiri.beragam agama dan kepercayaan ..apalah artinya saling berebut benar dalam hanya tata cara menyembah kepada yang maha kuasa sang pencipta alam semesta..tanpa ia mampu mempersembahkan cinta kasihnya kepada sesama mahkluk....persembahan adalah wujud terimakasih kita..untuk kita semua sebagai mahkluk hidup yang terikat dan menyatu dengan alam dan lingkungan bumi rumah kita bersama....Rahayu...jaya ing baya..jaya jaya nuswantara dwipantara bhineka tunggal ika...rukun didalam negara kertagama..silih asah silih asih ,silih asuh..jeng silih wangi.. KITA ADALAH BANGSA YANG HARUS PANDAI MEMPERSEMBAHKAN ...SEBAGAI WUJUD TERIMAKASIH KITA KEPADA YANG MAHA KUASA..KEPADA ALAM....TANAH BUMI PEGUNUNGAN DAN HUTAN YANG SUBUR MATA AIR.. ANGIN YANG MENYAPA DAUN DAUN MENGAWINKAN PUTIK BUNGA YANG BERBUAH DAN SUMBER OKSIGEN KITA...CAHAYA MATAHARI API. PENYEMANGAT KEHIDUPAN ...UNTUK KITA SEMUA...NGERTAKEUN BUMI LAMBA TANGKUBAN PRAHU PARAHYANGAN 22-23 juni 2013,..RAHAYU SAGUNG DUMADI_/\_.

Jumat, 07 Juni 2013

ASMA ASMA ALLAH


Di dalam Asmaul Uzma ada Rahasia, Keajaiban, Keistimewaan, Kekuatan  dan Khasiat untuk bermacam problem kehidupan. Asmaul Husna adalah bagian dari Asmaul Uzma. Jika Anda mengeksplorasinya, Anda dijamin Rasulullah Saw masuk surga. Dan jika Anda berdoa dengannya akan dikabulkan. Allah Swt berfirman: “Bagi Allah nama-nama yang indah, maka berdoalah dengannya.” Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang berdoa dengannya akan dikabulkan, dan barangsiapa yang meminta dengannya akan diberikan.”
Perbedaan  Asmaul Husna dengan Asmaul Uzma

Asmaul Husna dan Asmaul Uzma sama-sama nama Allah. Bedanya, Asmaul Uzma disebutkan oleh Rasulullah secara “khusus”, sedangkan Asmaul Husna secara umum. Khusus, berarti ada keistimewaannya, ada sesuatu yang luar biasa, ada rahasianya, ada keajaibannya, dan tentu ada khasiatnya. Jika kita berdoa dengan Asmaul Uzma, Allah akan mengabulkan permohonan kita. Jika kita meminta dengan Asmaul Uzma, Allah akan memberikan keinginan kita. Bukankah kita ingin doa kita dikabulkan? Tidakkah kita ingin permintaan kita diberikan? Sekali lagi, Asmaul Uzma menjadi jaminannya. Asmaul Uzma adalah scnjata multi fungsi yang tidak diragukan keampuhannya.

Sebernarnya dalam hadits, Rasulullah menyebutkan ” Al-Ismu Al-A’ ham” . Kata Al- A’zham” berarti “Teragung” . Kata ini jika dikaji secara mendalam sungguh mempunyai bobot yang tak terangkat, di dalamnya ada kekuatan dan khasiat yang sangat dahsyat dan luar biasa. Jika kata itu dijamakkan (bentuk plural) dan menjadi na’at (sifat) kata Al-Asma, menurut kaidah bahasa Arab harus berubah menjadi “Al-’Uzhma”. Karenanya ketika digabung menjadi “Al-Asma Al-Uzhma” (diucapkan Asmaul Uzma, artinya Nama-nama Yang Teragung).[6]

Menurut para ulama, Asmaul Uzma jumlahnya banyak. Dan Asmaul Husna adalah bagian dari Asmaul Uzma. Berikut inilah Asmaul Uzma:

1.      Allah. Lafzul Jalalah ALLAH tidak seperti nama-nama yang lain. Al-Qurthubi menyebutkan: Imam Syafi’i, AL Khattabi, Al haramain dan AL Ghazali mengatakan bahwa Lafzul Jalalah Allah berasal dari Isim Jamid (nama asli), bukan kata musytaq (bentuk lain) dari sifat Allah. Menurut Imam Sibaweh ahli Nahwu (Tata Bahasa Arab) : (Allah) asalnya (Lahun), ditambah (alif dan lam) supaya menjadi sangat agung. Sedangkan nama-nama yang latin adalah musytaq (bentukan) dari kata sifat.

2.      Ar-Rabb. Lihatlah di dalam Al-Qur’an, para nabi selalu mcnggunakan kata RABB dalam berdoa. Misalnya:

3.      Rabbanaa aatinaa ….. Rabanaa laa tnzigh quluubanaa … Kabbanaa hab lanaa … Rabbi adkhilnii …

4.      AI-Qudduus. Ibnu Abbas berkata : Nama Allah AI-Qudduus diucapkan oleh Nabi Isa ketika menghidupkan orang yang sudah mati.

5.      Setiap nama Allah yang disebut dengan ikhlas adalah Asmaul Uzma.

6.      Al-Hayyu dan Al-Qayyuum, seperti disebutkan dalam beberapa hadits.

7.      Nama itu dirahasiakan Allah, seperti dirahasiakannya Lailatul Qadar dan Waktu Mustajab di hari Jum’at.

8.      Huruf-huruf yang disebutkan di awal-awal surat dalam Al qur’an, seperti: Alif Lam Mim, Alif Lam Mim Shad, Ha Mim, Kaf Ha’ Ya”Ain Shad,dsb.

9.      Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ali bin Abi Thalib bahwa Huruf muqaththa’ah (penggalan huruf) di dalam Al-Qur’an adalah nama Allah yang teragung. Abu Bakar Assiddk berkata: Sesungguhnya di dalam Al-Qur’an itu ada rahasia, dan rahasia Allah dalam Al-Qur’an adalah awal-awal surat yang terdiri dari huruf-huruf muqaththa’ah.

10.  Terdapat dalam ayat-ayat tertentu sebagaimana disebutkan oleh hadist Rasulullah Saw, dan terangkum dalam kalimat diberitahukan oleh Rasulullah Saw. Insya Allah akai ‘liH’liisk.m si-sudah ini.

11.  Seluruh Asmaul Husna adalah Asmaul Uzma. Insya Allah akan dijelaskan dalam bab “Dahsyatnya Asmaul Husna”.


1. AL-QUDDUUS

1.      Definisi Al-Quds

Di antara nama Allah yang dikenal oleh-Nya kepada para hambanya adalah al-quds yaitu Zat yang Maha Suci. Arti al-quds adalah sucidengan arti tersebut Baitul Maqdis diberi nama. Yang artinya adalah tempat yang didalamnya beberapa dosa disucikan. Sama halnya dengan nama surga Allah yaitu Hathirah al-quds yang berarti tempat yang suci dari segala kejelekan dunia. [7]

2.      Seluruh Alam adalah Tempat Bagi Orang yang Mensucikan Allah

Allah berfirman : “Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar disekeliling Arsy, Bertasbih sambil memuji Tuhannya.”(QS.Al-Baqarah:30) sebagai berikut :

Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Semua alam adalah tempat yang digunakan sebagai tempat beribadah dari segala penjurunya dipenuhi tasbih bagi penciptanya. Senagaimana Allah berfirman: “Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dialah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS.Al-Hasyr:1 dan QS.Ash-Shaf:1).

Al-Qudduus artinya: Yang disucikan dari segala sesuatu yang tidak layak bagi Allah (Abu Thayyib dalam kitab ‘Aunul Ma’bud). Dalam zikir yang diajarkan Rasulullah, Al-Qudduus dirangkai dengan kalimat tasbih, yang menyatakan kesucian Allah. Rasulullah mengajarkannya dalam zikir:

Subbuuhun Qudduusun Rabbuna Wa Rabbul Malaaikati Warruuh.

Imam Al-Jauhari menyatakan: Subbuuh, adalah termasuk Allah satu sifat-sifat Allah, yang artinya “disucikan”. Ibnu Paris dan Al-Zubaidi menyebutkan bahwa Al-Quddus adalah Allah, vang dimaksud adalah Tuhan Yang Maha Disucikan. Allah suci dan bebas dari kekurangan, suci dan bebas dari persekutuan, suci dan bebas dari segala sesuatu yang tidak patut dengan ketuhanan. Allah mempunyai nama Al-Quddus, berarti Allah :erbebas dari segala sifat dan tabiat buruk yang ada pada makhluk-Nya, tidak ada blockade dan penghalang yang mempengaruhi keputusan Allah.[8]

Kekuatan Al-Qudduus

Di dalam tasbih terkandung pemurnian tauhid, hanya satu kekuatan yaitu Allah. Cobalah konsentrasikan seluruh daya dan cipta dalam keheningan hanya kepada Allah, maka dalam keramaian Anda akan mendapatkan pencerahan dari Allah. Bebaskan diri persekutuan dengan syaitan, Anda akan terhindar dari keruwetan. Jernihkan hati dari was-was dan sakwasangka, Anda akan tentram dan mampu menembus tirai kegelapan.

Tidak di pungkiri, manusia selalu dihadapkan pada penghalang, dan blockade, sehingga mengalami kesulitan untuk mencapai sukses dalam hidup. Umumnya hambatan yang kita alami adalah ketakutan. Belum berjuang sudah takut duluan. Takut hidup miskin, takut gagal, takut tidak tercapai, padahal belum dicoba. Sebenarnya blockade atau penghalang utamanya adalah kita tidak memurnikan tujuan hidup kita. Kita terlalu banyak angan-angan dan khayalan sehingga tidak vokus dalam menempuh jalan. Memvokuskan pada pekerjaan tertentu sehingga menjadi sebuah kekhususan yang tidak dikerjakan orang lain adalah bagian dari pengamalan nama Allah Al-Quddus. Karena itu cobalah murnikan dan satukan langkah hanya untuk satu tujuan, tetapi Saudara harus punya improvisasi dan fleksibelitas yang tinggi dalam menempuh tujuan.

Untuk mendapatkan kekuatan diri dari nama Al-Quddus, kita harus memurnikan niat dan tujuan, mernbersihkan diri dari sHuruh perbuatan yang menjadi penghambat kemajuan. menghambat kekuatan Al-Quddus yang paling membahayakan adalah kemusyrikan, menyekutukan Allah. Buatlah hati Anda ikhlas dalam melakukan pekerjaan, jangan campur adukkan kryakinan kepada Allah dengan kepercayaan kepada paranormal. Kepercayaan Anda kepada paranormal akan it mi Kitikan kekuatan Al-Qudduus.[9]

Untuk bisa maju, Anda harus berani melepas kesenangan sementara. Kalau keberangkatan Anda ke tempat kerja direpotkan atau ditangisi oleh anak, maka untuk sementara tinggalkan anak. Disitu  Anda berarti telah memurnikan jalan dari gangguan anak. Kalau untuk mendapatkan penghasilan yang besar Anda harus Iembur pulang malam, maka biarkan saja tetangga menuduh Anda,) tidak mau kumpul-kumpul dengan mereka. Di situ Anda telah memurnikan keyakinan Anda dari perasaan yang bukan pada tempatnya. Banyak hal-hal yang nampaknya sepele tetapi sangat berpotensi menjadi penghalang (blockade), misalnya:

1.      Bosan dan malas.

2.      Merasa tidak nyaman dengan orang lain, padahal hanya perasaannya sendiri

3.      Takut dibilang begini atau begitu.

4.      Ingin dinilai orang lain (riya’) padahal tidak melakukan apa-apa.

5.      Berpikir negatif, sering menggunakan kata “jangan-jangan….”

6.      Berpegang tradisi, padahal tradisi itu tidak benar.

7.      Menunda-nunda waktu, dll.


Tauladan Al-Qudduus

Cobalah satu demi satu hambatan tersebut Anda singkirkan, nanti Anda akan berjalan ringan tanpa beban. Tauladani nama Al-Qudduus, yaitu dengan membersihkan diri dari sifat-sifat yang tidak disukai Allah, bersihkan hati dari kemusyrikan, dari sifat takabur, dari riya’, murnikan niat karena Allah, Anda akan disebut ABDUL QUDDUUS, Hamba Tuhan Yang Disucikan. Jadilah Saudara sebagai hamba Al-Quddus, Allah yang akan memberikan nikmat hidup.

Khasiat Al-Qudduus

Seorang yang telah bersih hatinya bila membaca “Yaa Qudduus” sebanyak 100 kali sehari, hatinya akan terbebas dari semua pikiran dan perhatian yang menimbulkan kesulitan, kekhawatiran dan penderitaan.

Amalkan hadits di bawah ini dengan konsisten dan istiqamah! Yaitu hadits yang diri way atkan oleh Abu Dawud dari Aisyah bahwa Rasulullah Saw jika bangun dari malam selalu membaca Zikir dan doa seperti di bawah ini, sesudah itu beliau memulai shalat.

2. AS-SALAAM

1.      Definisi As-Salam

Allah adalah As-Salam yaitu pemberi keselamatan. Seperti yang tertera dalam firman-Nya : “ Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia,Raja yang Mahasuci Yang Maha Sejahtera.(QS. Al-Hasyr:23) yang berbunyi :


Artinya: Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Allah dikatakan As-Salam karena Allah adalah yang paling sempurna ,baik secara zat,sifat dan tindakan.[10] As-Salam juga berarti Zat yang Memberi Kesejahteraan pada Hamba-Nya.[11]

2.      Allah SWT Terhindar dari Apapun

Allah adalah Zat yang Maha Terhindar dari mempunyai istri, dan anak,dari tandingan , dari bandingan, dan dari sekutu.  Selain itu ucapan Allah terhindar dari kebohongan dan hal yang menyakiti. Allah tidak membutuhkan yang lain, Kepemilikan-Nya terhindar dari kemungkinan untuk direbut, disamai, dibantu, atau diberi orang lain tanpa seizin-Nya.

Imam An-Nawawi dalam Penjelasan (Syarah) Shahih Muslim menyebutkan:

1.      As-Salaam adalah nama Allah Swt. Ketika kita mengucapkan Assalamu ‘alaikum”, maksudnya adalah “Nama Allah untuk Anda”. Nama Allah untuk Anda, artinya Anda selalu dalam pemeliharaan Allah; Allah selalu bersama Anda, Allah selalu menyertai Anda.

2.      As-Salaam artinya keselamatan. Ketika saya mengucapkan salam kepada Anda, itu sama dengan saya berdoa semoga keselamatan selalu melekat pada diri Anda.

Al-Baihaqi menjelaskan: As-Salaam artinya adalah yang selamat dari cacat, bebas dari seluruh akibat buruk. Salam juga berarti penghormatan, bisa disampaikan oleh seseorang kepada orang lain. Salam juga bermakna kesejahteraan, diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah adalah sumber penghormatan dan sumber kesejahteraan dan memberikannya kepada makhluk-Nya. Allah adalah sumber keselamatan dan pemberi keselamatan. Keselamatan yang paling utama adalah keselamatan di akhir hidup, utamanya keselamatan di hari kiamat.

Pokok dan hakekat makna Salam bagi Allah, yaitu selamatan orang yang beriman dari siksa-Nya. Khusus kepada mereka yang telah selamat dan menikmati hidup di syurga, Allah mengucapkan salam:

Kekuatan As-Salaam

As-Salaam adalah sumber kesejahteraan hidup. Allah telah menebarkan benih-benih kesejahteraan di muka bumi. Naluri mengejar dan meraih kesejahteraan telah dilekatkan pada tiap diri manusia. Tinggal manusia merangsang bagaimana naluri itu bisa muncul dan tumbuh berkembang menjadi sebuah potensi. Bukankah manusia dilahirkan mempunyai keinginan, atau fitrah?

Hubbul Jah = Cinta kehormatan.

Hubbul Maddah = Cinta materi, harta dan kekayaan.

Hubbul Riyasah = Cinta jabatan. Dan lain-lain.

As-Salam adalah sumber keselamatan hidup. Allah telah memberikan jalan keselamatan, Allah telah memberikan naluri untuk menempuh jalan keselamatan. Setiap orang diberikan potensi dan kemampuan untuk menghindar dari keburukan, baik dengan gerak refleks atau gerak pembiasaan. Dengan potensi itu seharusnya setiap orang bisa menjaga keselamatan dirinya sendiri, dan menciptakan keselamatan buat orang lain dan lingkungan. Kesejahteraan dan Keselamatan adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Hidup yang sempurna adalah hidup yang sejahtera dan selamat, bahagia di dunia dan selamat di akhirat. Dengan kekuatan nama As-Salam, Anda mencapai sukses menjadi pejabat dan selamat dari korupsi, tidak masuk penjara.[12]



Tauladan As-Salaam

Orang yang telah menemukan makna “As-Salaam”, menauladani nama As-Salam, dan mendapatkan kekuatan dari As-Salam, maka dia disebut ABDUS SALAM, Hamba Yang Maha Selamat -Sejahtera. Dialah orang yang hidup sejahtera dan bahagia, sukses dan selamat. Di pundaknya terpikul tanggung jawab untuk berbagi kesejahteraan kepada siapa saja, menyebarkan salam perdamaian di mana saja.

Khasiat As-Salaam

Ucapkan “Ya Salaam” sebanyak 33 kali dalam setiap mengawali pekerjaan, insya Allah akan mencapai sukses dan selamat. Bacakan “Ya Salaam” kepada orang yang sakit sebanyak 100 kali, insya Allah akan mendapat ketenangan dan kesembuhan.

Kesempurnaan-Nya terhindar dari semua anggapan yang menyerupakan Allah dengan semua yang disifatkan atau justru menafikkan semua itu. Sebagaimana tercantum dalam firman-Nya : “Katakanlah, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan bukan pula Dia hina yang memerlukan penolong.”(QS. Al-Isra’:111).[13]

3. AL MU’MIN

Al-Mu’min adalah berasal dari al-aman (keamanan). Lawan kata dari aman itu adalah al-khauf (rasa takut). Dua kata ini saling berlawanan, yang satu dicari dan disenangi sedang yang lain dihindari dan dijauhi. Seperti halnya awal penciptaan manusia adalah makhluk yang lemah, yang sangat membutuhkan bantuan dari sesame untuk mendapatkan rasa aman. Manusia itu sebagai pribadi berkelompok, akan selalu berusaha untuk memperoleh rasa aman dengan cara yang berbeda-beda.

Arti Al-Mu’min

Al-Mu’min artinya:

1.      Zat yang mengamankan orang-orang beriman dari siksa-Nya, di dunia dan di hari kiamat (Lihat Al-I’tiqad, Al-Baihaqi).

2.      Zat yang mengetahui kebenaran diri-Nya secara mutlak, yang mengetahui kebenaran yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman.

Al-Mu’min adalah nama Allah, musytaq (bentukjadian) dariKata “amana” yang artinya membenarkan. Iman termasuk kata Musytaq dari amana yang mempunyai persamaan dengan

Tashdiq”, artinya “pembenaran”. Secara umum orang mengartikan “kepercayaan”.

Allah Maha Memberikan keamanan. Seluruh makhluk keamanannya ada di tangan Allah. Khusus kepada orang-orang yang beriman dan mengikuti petunjuk, Allah menjamin keamanannya di dunia dan akhirat. Di dunia aman dari fitnah, dan di akhirat aman dari siksa. Allah Maha Mengetahui ^ebenaran. Dan kebenaran manusia menurut Allah adalah singkronisasi antara kata lisan, kata hati dan perbuatan. Orang-orang yang benar dan cocok antara kata lisan, kata hati dan oerbuatannya dialah Al-Mu’min, yang mendapat jaminan keamanan dari Allah.


Kekuatan Al-Mu’min

Al-Mu’min adalah nama Allah. Ketika kita menyeru dan berdoa kepada Allah dengan nama-Nya Al-Mu’min, kita berarti memohon diberikan keamanan, dihindarkan dari fitnah, bencana dan siksa. Karena Dialah Yang Maha Memberikan keamanan, Dia Yang Maha Pengaman. Dalam nama Al-Mu’min terdapat kekuatan yang dahsyat dan luar biasa. Di situ ada pertolongan, ada perlindungan, ada jaminan (insurense), dan ada bala bantuan. Tergantung pada masalah yang dihadapi oleh manusia. Kalau yang dihadapi masalah kelaparan, berarti kekuatan yang diperlukan adalah bahan makanan. Kalau yang dihadapi itu bencana, maka yang diperlukan adalah kekuatan para relawan. Kalau yang dihadapi itu berupa ketakutan, maka yang diperlukan adalah kekuatan ketenangan hati. Kalau masalah yang dihadapi berupa musuh yang akan menghancurkan, berarti yang diperlukan adalah bala tentara. Allah akan mengirimkan malaikat dan pasukan yang tidak bisa dilihat oleh mata manusia. Bukti telah diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 121-125:


Artinya: Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan Para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui, (Surat Ali Imran ayat 121)

Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, Padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (Surat Ali Imran ayat 122)

Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, Padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya. (Surat Ali Imran ayat 123)

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu Malaikat yang diturunkan (dari langit)?” (Surat Ali Imran ayat 124)

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (Surat Ali Imran ayat 125)



Penjelasan ayat:

1)   Peristiwa ini terjadi pada perang Uhud yang menurut ahli sejarah terjadi pada tahun ke 3 H.

2)   Yakni: Banu Salamah dari suku Khazraj dan Banu Haritsah dari suku Aus, keduanya dari barisan kaum muslimin.

3)   Pertemuan dua golongan itu – antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin – terjadi dalam perang Badar. Badar nama suatu tempat yang terletak antara Mekah dengan Madinah dimana terdapat mata air.

4)   Keadaan kaum muslimin lemah karena jumlah mereka sedikit dan perlengkapan mereka kurang mencukupi.

Tauladan Al-Mu’min

Ketika kata “al-mu’min” dipakai untuk sebutan hamba Allah yang beriman, berarti hamba itu telah mencontoh dan menauladani nama “Al-Mu’min”. Mengapa orang yang beriman disebut Mu’min? Karena kata lisan, kata hati dan perbuatannya benar dan singkron. Hatinya telah membenarkan apa yang datang dari Allah, kemudian mengamalkannya. Dia telah menemukan hakekat kebenaran, dia telah mendapatkan kekuatan dirinya yang bersumber dari nama Allah “Al-Mu’min”. Kekuatan itu tidak lain adalah “keyakinan dan optimisme” yang kemudian melahirkan .kreativitas dan inovasi. Keyakinan ini tidak boleh dikotori oleh prasangka buruk atau keragu-raguan kepada Allah.

Orang beriman yang telah menauladani nama Allah Al-Mu’min disebut Abdul Mu’min. Dia adalah hamba Allah yang hidup jejak-jejaknya, hidup penglihatannya, hidup rendengarannya, hidup niatnya, hidup amalnya, sehingga mampu menangkap makna yang tersirat di balik tirai hijab kehidupan.[14]

Khasiat Al-Mu’min

Orang yang menyeru “Yaa Mu’min” sebanyak 36 kali ketika menghadapi kekerasan atau bahaya, maka insya Allah dia akan selamat. •

Disebutkan dalam ” Al-Faidhul Qadiir” tentang keistimewaan nama Al-Mu’min: Barangsiapa yang punya rasa takut, lalu membaca “Yaa Mu’min” 36 kali, maka dia dan hartanya akan selamat. Semakin banyak dibaca akan semakin bertambah kuat keberaniannya.

4. AL-MUHAIMIN

Al-Muhaiminu juga nama Allah yang menyatakan bahwa diri-Nya (Allah) adalah Zat yang Maha Memelihara, sebagaimana dalam firman-nya dalam surat al-hasyr :23 “Dialah Allah yang Tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Mahasuci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Memelihara”. Yang berbunyi :



Artinya: Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Al-Muhaimin, menurut Al-Baihaqi artinya:

1.      Zat yang menjadi saksi atas segala perbuatan dan ucapan makhluk-Nya (Asy-Syahiid).

2.      Zat yang menjamin (Al-Amiin).

3.      Zat yang mengawasi segala sesuatu dan memeliharanya (Ar-Raqiib wa Al-Haafizh)

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 48 disebutkan kata “Muhaiminan” konteksnya dengan kitab-kitab terdahulu. Di situ para ahli tafsir menyatakan:

a.       Muhaiminan yakni Syahiidan, yang berarti Menjadi Saksi.

b.      Muhaiminan yakni Amiinan, yang artinya Yang Menjamin.

c.       Muhaiminan  yakni  Haakiman,   yang  artinya  Yang Memutuskan.

Allah Maha Menyaksikan. Tidak ada perbuatan baik yang tidak disaksikan oleh Allah, tidak ada perbuatan buruk yang lepas dari pengawasan Allah. Perbuatan baik dan benar akan dijamin mendapat balasan yang setimpal, bahkan sangat mungkin dilipatgandakan. Ketika kita berdoa kepada Allah dengan nama Al-Muhaimin, berarti kita mohon supaya Allah menyaksikan amal baik kita, menjamin hidup kita, menjamin masa depan kita, menjamin keselamatan kita di dunia dan akhirat. Lebih dari itu, kita juga memohon diawasi tindak-tanduk kita agar tidak melenceng dan terjerumus ke dalam jurang kesengsaraan dan kehancuran. Termasuk yang kita mohon dalam nama Al-Muhaimin adalah dipelihara dari fitnah dan bencana, kita mohon Allah memberikan keputusan yang terbaik kepada kita.

Kekuatan Al-Muhaimin

Al-Muhaimin adalah nama Allah yang berhubungan dengan Zat-nya. Artinya nama Al-Muhaimin merupakan kekuatan yang ada pada Zat Allah, diri Allah. Allah memberikan sepercikan dari kandungan nama Al-Muhaimin kepada manusia, berupa kekuatan fisik. Zat itu sendiri menurut bahasa adalah fisik. Maka seharusnya kita terus bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahkan bentuk fisik yang sempurna. Dan tanda syukur yang paling tinggi adalah mengeksplorasi kekuatan fisik untuk mencapai hidup mulia. Cobalah meneliti kekuatan fisik Anda, skill apa yang paling mungkin ditonjolkan sehingga menunjang karir Anda. Anda bisa menjadi olahragawan, artis/aktris, model dll.[15]


Tauladan Al-Muhaimin

Orang-orang yang menjalankan fungsi-fungsi tersebut, adalah mereka yang disebut ABDUL MUHAIMIN, Hamba Yang Maha Pemelihara. Dia telah menjalankan akhlak Allah, menauladani nama Al-Muhaimin. Baginya tidak ada balasan lain dari Allah kecuali mendapat derajat tinggi di sisi-Nya. Abdul Muhaimin hidupnya terhormat, dipelihara Allah Swt dan diperlukan oleh masyarakat untuk:

Ø  Menjadi saksi. Tidak ada orang hina diangkat dan diterima oleh masyarakat menjadi saksi. Di sini yang dilihat adalah penampilan.

Ø  Menjadi Penjamin bagi orang lain yang sedang dalam kesulitan. Tidak ada orang yang dikejar-kejar aparat atau dibenci masyarakat menjadi penjamin. Di sini yang menjadi ukuran adalah kepercayaan.

Ø  Menjadi Pengawas. Tidak ada orang bodoh, dan tidak ada orang curang yang bisa diterima menjadi Pengawas. Di sini yang diutamakan adalah ketelitian dan kredibelitas.

Ø  Menjadi Pemelihara. Tidak ada orang yang lemah diangkat menjadi penjaga atau menjadi juru damai. Di sini yang diutamakan adalah kekuatan.


Khasiat Al-Muhaimin

Disebutkan dalam “Al-Faidhul Qadiir”, bahwa keistimewaan membaca nama Al-Muhaimin yaitu meningkatkan kemuliaan diri dari dalam. Barangsiapa yang membaca “Yaa Muhaimin” 100 kali sesudah mandi dan menjalankan shalat dalam kesunyian dengan seluruh konsentrasi, maka Allah akan memberikan kemuliaan dan kehormatan selaras dengan keinginannya.

Bacalah “Yaa Muhaimin” sebanyak 100 kali setiap malam sesudah shalat Maghrib, insya Allah Anda tidak akan dihinakan orang. Berdoalah selalu dengan menyebut “Yaa Muhaimin”, insya Allah Anda akan selamat.

Sering-seringlah bershalawat kepada Nabi dan membaca:

Yaa Muhaiminu yaa salaam sallimna walmuslimiin Binnabiyy khairil anaam wa biummil mu’miniin

Ya Tuhan Maha Pemelihara, Ya Tuhan Maha Penyelamat! Selamatkan kami dan orang-orang Islam. Dengan wasilah Nabi Muhammad, sebaik-baik manusia, dan dengan wasilah ibunya orang-orang beriman (Aisyah dan istri-istri Rasulullah).

Insya Allah pikiran kita menjadi tenang, tidak ada ketakutan menghadapi kekacauan/konflik.

5. AL-‘AZIZ

Definisi Al-‘Aziz
Al-‘Aziz adalah satu dari sebanyak asmaul husna yang menunjuk pada pengertian kekuatan, ketinggian, dan mengendalikan. Selain itu Al-‘Aziz adalah yang Maha Kuasa dan yang Maha mampu untuk menjalankan apa yang telah dikehendaki, dan tidak ada orang yang mampu menghalang-halangi.[16]

Kekuasaan Itu untuk Allah, Rasul dan Orang-orang Mukmin
Kekuasaan adalah salah satu sifat Allah. Allah menyerukan pada siapa saja yang menginginkan kekuasaan agar memohon kepada-Nya. “Barang siapa yang menghendaki kekuasaan, maka bagi Allahlah kekuasaan itu semua”.  (QS. Fathir: 10) :



Artinya: Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, Maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[1] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya[2]. dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. dan rencana jahat mereka akan hancur.

Penjelasan maksud ayat :

1)      Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa Perkataan yang baik itu ialah kalimat tauhid Yaitu laa ilaa ha illallaah; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua Perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.

2)      Maksudnya ialah bahwa Perkataan baik dan amal yang baik itu dinaikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.

Arti Al-Aziiz

Disebutkan dalam Kitab Al-I’tiqad karya Al-Baihaqi, Al-Aziiz artinya:

1.      Zat yang menang tidak terkalahkan, yang tidak bisa ditembus.

2.      Zat yang kuasa dan kuat.

3.      Zat yang tidak ada tandingan-Nya.

“Al-Aziiz” menurut Ibnu Katsir artinya: Yang Tidak Bisa Dikalahkan dan Tidak Bisa Dicegah. Di dalam Al-Qur’an nama Allah Al-Aziiz hampir selalu bergandengan dengan nama yang lain. Kebanyakan yang selalu menyertai nama Al-Aziiz adalah nama “Al-Hakiim”, Yang Maha Bijaksana. Misalnya disebutkan dalam kisah Nabi Isa yang dikonfrontir oleh Allah ketika terjadi penyimpangan ajaran menyembah Tuhan, yaitu ada dua Tuhan Allah, Isa menjawab:



Artinya: Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Surat Al-Maidah: 118)

Dialah Allah Yang Jaya selama-lamanya, Yang Maha Menang dan tak terkalahkan, yang tidak bisa ditembus, Yang Maha Kuasa dan Kuat, yang tidak ada tandingannya, yang kehendak-Nya tidak bisa dicegah. Jejak-jejak nama Al-Aziiz dapat dibaca dan dilihat sepanjang sejarah kehidupan manusia. Siapa yang melawan Allah – dalam arti tidak mengikuti hukum-Nya pasti hancur binasa kesudahannya.


Kekuatan Al-’Aziiz

Al-Aziiz adalah nama Allah, yang di dalamnya terkandung kekuatan besar. Allah transfer kekuatan Al-Aziiz ke dalam diri hamba-Nya, lalu mencuat menjadi “harga diri” atau “izzah”. Izzah adalah kemuliaan, dan kemuliaan hanyalah milik Allah dan diberikan kepada Rasul dan orang-orang yang beriman. Dengan sepercik kekuatan Al-’Aziiz, orang beriman membangun diri agar bisa tampil gagah dan perkasa, bisa membela diri jika dihinakan atau diserang, bisa survive di saat dalam situasi genting dan gawat. Sebenarnya di dalam diri manusia ada energi yang lebih dahsyat daripada bom atom. Energi tersebut bisa muncul manakala dihimpun melalui latihan-latihan intensif. Berlatihlah mengonsentrasikan jiwa dalam keheningan, pusatkan perhatian hanya pada satu titik yaitu Allah Al-Aziiz, nanti Anda akan mendapatkan energi. Saudara bisa melakukan hal-hal yang luar biasa di saat kehormatan dicederai orang lain. Belajarlah dari orang-orang yang sudah terbiasa dan bisa memanfaatkan energi dari dalam dirinya (tenaga dalam) untuk kemaslahatan diri sendiri atau orang lain.[17]


Tauladan Al-Aziiz

Orang yang menauladani nama Al-’Aziiz, yang memanfaatkan energi dan kemampuannya untuk mencapai kemuliaan diri dan membantu orang lain, dialah yang disebut ABDUL AZIIZ, Hamba Allah Yang Maha Perkasa. Dialah orang yang disegani dan dihormati, tetapi tidak menampakkan kesombongan dan kepongahan. Kehormatan baginya bukanlah tujuan hidup, tetapi dia adalah bagian dari harga diri yang harus diperjuangkan. Tujuan hidup adalah mencari ridha Allah, dan aplikasinya adalah ibadah. Orang perkasa yaitu orang yang siap menghadapi situasi dan keadaan yang paling buruk. Dia tidak lemah mentalnya, tidak mudah menyerah dan juga tidak mengeluh di saat mendapat cobaan.

Khasiat Al-’Aziiz

Disebutkan dalam “Al-Faidhul Qadiir” tentang keistimewaan nama Al-Aziiz: Barangsiapa yang membaca “Yaa ‘Aziiz” 40 kali selama 40 hari, maka Allah akan memberikan kekayaan dan memberikan kekuatan sehingga tidak memerlukan bantuan seseorang.

Kekekuasaan itu juga hanya bisa didapat dengan keimanan, ketundukan, dan kebergantungan kapada Allah. Itu sebabnya Allah menegaskan bahwa kekuasaan itu hanya milik Allah, Rasul, dan Orang-orang Mukmin, sebagaimana tercantum dalam firman Allah dalam surat al-Munafiqun 8 “Padahal kekuasaan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui”.

6.   Al JABBAAR

Al-Jabbar berarti yang Berkuasa
Al-Jabbar bisa jadi berasal dari asal kata ja-ba-ra,“yang dalam bahasa Arab mengacu pada makna tumbuh dan berkembang. Selain itu Al-Jabbar juga berarti Dzat yang Maha Membuat Kebaikan sesuai dengan apa yang telah dia kehendaki.

Semua tunduk pada Al-Jabbar
Kata Al-Jabbar juga bisa berarti Al-Ijbar yang berarti memaksa atau bisa dikatakan Dzat yang memaksa terhadap makhluknya menurut apa yang telah dikehendaki oleh Allah. Sebagaimana surat Al-Hasyr:23. Ada pula pada surat Ali Imran :83 yang disitu Allah menyatakan bahwa seluruh isi langit dan bumi tunduk patuh pada-Nya.

Arti Al-Jabbaar

Al-Jabbaar artinya:

1.      Zat yang tidak disentuh.

2.      Zat yang paling berhak menentukan.

3.      Zat yang memaksa (menurut Qatadah)

4.      Zat yang memperbaiki urusan makhluk (Menurut Ibnu Jarir)

5.      Zat yang menambal keperluan makhluk.

Dialah Allah Yang Maha Memaksa. Dialah Yang Punya Hak Prerogatif. Dialah Yang Tak Terjangkau Kekuasaan-Nya. Dialah Yang Maha Mengatur dan Memperbaiki urusan makhluk. Dialah yang menutupi seluruh keperluan makhluk, yang menyempurnakan kekurangan dan melengkapi kebutuhannya. Nama Al-Jabbar berhubungan dengan pekerjaan Allah. Tak seorangpun bisa menblak jika Allah berkehendak. Singkatnya, hanya Allah sajalah yang mempunyai kewenangan secara mutlak, tetapi Allah tidak berbuat sewenang-wenang.[18]


Kekuatan Al-Jabbaar

Al-Jabbar hanya milik Allah. Dalam nama Al-Jabbar ada kekuatan yang besar dari atas turun ke bawah dan tidak bisa dicegah. Seluruh makhluk tidak berdaya, dan urusan manusia ditentukan oleh Allah. Dalam ketidakberdayaan manusia itulah Allah memberikan sepercikan dari kekuatan Al-Jabbar. Allah ilhamkan keteguhan hati untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Cobalah Saudara bernafas panjang di saat dada terasa sesak. Kemudian dorong dada ke depan dan tarik kedua tangan membentang ke belakang, pusatkan pikiran kepada Allah Yang Maha Memaksa. Yakinlah bahwa Allah telah mendorong Saudara untuk bangkit. Munculkan tekad yang kuat, dan katakan “Aku pasti bisa”.


Tauladan Al-Jabbaar

Orang yang tunduk pada aturan Allah, patuh atas keputusan Allah, ridha dengan kehendak Allah, disebut ABDUL JABBAAR. dia adalah orang yang semangat jiwanya digerakkan oleh nama Al-Jabbar untuk menyelesaikan seluruh persoalannya sendiri, tidak lemah kemauan, dan juga tidak pernah menyerah pada kebatilan. Apa yang diyakininya benar, dia akan pertahankan sampai benar-benar menjadi kenyataan. Untuk melawan kebatilan, dia tidak berbuat sewenang-wenang dan tidak juga menghalalkan segala cara. Untuk menghancurkan kemungkaran, dia tidak melakukan kemungkaran yang sama atau melakukan kemungkaran tandingan. Abdul Jabbar, dia juga adalah orang yang peduli kepada orang lain. Jika melihat ada orang yang kekurangan, dia rela memberikan tambahan. Jika melihat ada orang yang dipermalukan atau dibongkar-bongkar aibnya, dia berusaha untuk menutupinya, bukan membela kesalahannya. Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa yang meringankan beban saudaranya sesama muslim, Allah akan meringankan bebannya di hari kiamat; barangsiapa yang menutupi aib saudaranya sesama muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.

Terhadap nama-nama selain Al-Jabbar, Allah Swt memuji dan menganjurkan kepada hamba-Nya untuk menjadikannya sebagai rangkaian sehari-hari sesuai dengan kemampuannya. Misalnya Ar-Rahiim, Al-Mu’min, Ar-Rauf, Al-Halim, dan sebagainya. Nama-nama tersebut secara langsung diberikan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dan orang-orang shaleh. Tetapi Allah sangat murka kepada orang-orang yang membajak nama Al-Jabbar dan nama Al-Mutakabbir dijadikan sebagai pakaiannya.[19]

Khasiat Al-Jabbaar

Barangsiapa yang dengan sungguh-sungguh beriman kepada kekuatan Allah Al-Jabbaar yang tak terkalahkan, dan mengharapkan kekuatan itu, maka bacalah “Yaa Jabbaar” sebanyak 21 kali setiap pagi dan sore hari, insya Allah akan terhindar dari ancaman orang-orang zalim (The Name of The Named, Tosun Bayrak al-Jarrahi).

Jika dibaca 10 kali oleh suami-istri sebelum melakukan hubungan, maka Allah akan memberikan rezeki anak yang shaleh (Disebutkan dalam “Al-Faidhul Qadiir”).

Berdoalah dengan nama Al-Jabbar pada saat sedang menghadapi masalah yang berat, pada saat dihadapkan pada perselisihan faham dengan orang lain, pada saat dizalimi orang, pada saat hak-hak kita diabaikan atau dirampas, pada saat kondisi di ujung kekalahan, pada saat tidak berdaya karena kekuatan lawan tak mungkin tertandingi. Ketika kita berdoa dengan menyeru “Yaa Jabbaar”, sungguh hakekatnya kita telah menyatakan diri dalam posisi yang sangat lemah. Kita menyerahkan semua urusan kebaikan hanya kepada Allah. Terkandung di dalam doa “Yaa Jabbaar” adalah permohonan agar Allah memaksa lawan kita untuk menyerahkan hak kita, memaksa orang yang menzalimi kita untuk mengembalikan hak kita, memaksa lawan untuk menyerah. Termasuk dalam kandungan seruan “Yaa Jabbaar” adalah kita mohon diperbaiki kondisi kita, dari kondisi yang serba kekurangan menjadi mampu, dari yang tidak baik menjadi baik, dari miskin menjadi kaya, dari kacau menjadi tertib, dan sebagainya.

7.  AL-MUTAKABBIR

Al-Mutakabbir adalah Dzat yang Maha Agung yang memiliki segala kebesaran dan yang jauh dari sifat-sifat makhluk-Nya. Dari pengertian di atas maka Al-Mutakabbir dapat dipahami dengan makna :

1)      Allah Dzat yang sempurna, baik dalam sifat, perbuatan, maupun Dzat-Nya.

2)      Sifat-sifat Allah tidak sama dengan sifat Makhluk-Nya

3)      Hanya Allah yang boleh Mengagungkan diri karena dibenarkan untuk bersifat Agung

Kekuatan Al-Mutakabbir

Di dalam Al Mutabbir terkandung makna kebesaran. Dan setiap manusia diberikan naluri dan keleluasaan untuk menjadi besar, tetapi bukan kesombongan. Dengan kebesaran itu seseorang menjadi tersanjung dan terpuji di hadapan sesamanya.

Allah menyuruh kita untuk berdoa dengan nama-nama-Nya yang indah (Asmaul Husna). Ketika kita berdoa dengan nama Al-Mutakabbir “Ya Mutakabbir”, maka sesungguhnya kita meminta kekuatan yang terkandung di dalamnya, dan kekuatan yang telah ditransfer kepadea kita untuk bisa berperan dan berdaya guna. Kekuatan yang ada dalam diri tidak lain adalah semangat, kemauan dan kerja keras. Disitu kita minta kepada Allah supaya diangkat hidup kita, diberikan kesejahteraan yang berlimpah, ilmu, jabatan, kedudukan, sehingga masyarakat menaruh hormat.[20]

Teladan Al Mutakabbir

Orang yang mendapat posisi terhormat dan tetap menghormati kepada siapa saja, baik terhadap bawahan, apalagi terhadap orang-orang lemah yang hidup sengsara, dia itulah yang disebut ABDUL MUTKABBIR, hamba Allah yang Maha Megah. Dia adalah orang yang sukses tetapi tidak lupa diri berpangkat tinggi tetapi rendah hati, kaya, tetapi tidak pelit, pintar tetapi tidak membodohi. Dia senantiasa sadar akan dirinya dan ingat akan kejadian serta tempat kembalinya. Posisiyang didudukinya tidak membuat dirinya sombong, tetapi justru semakin merasa rendah dihadapan Allah.[21]

Khasiat Al-Mutakabbir

Bacalah sebanyak-banyak “Al-Mutakabbiru, Ij’alnaa Kubaraa’a” (Ya Allah Yang Maha Megah, jadikanlah kami orang-orang yang besar), insya Allah Anda akan menjadi Abdul Mutakabbir , dan anda berhak mendapatkan apa yang didapat oleh Hamba Yang Maha Megah seperti tersebut di atas. Barangsiapaa yang membaca “Yaa Mutakabbiru” sebanyak sepuluh kali sebelum bersebadan sengan istri/suaminya,  niscaya dia akan mendapatkan anak yang shaleh, pemimpin masa deepan (The Name of The Named, Tosun Bayrak al-Jarrahi).[22]

8. AL-MUSHAWWIR

Definisi Al-Mushawwir
Al-Mushawwir adalah dzat yang Memberi rupa atau bentuk menurut apa yang telah dikehendaki-Nya. Sebagaimana dalam Ali-Imran:6, menyatakan” dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya, tak ada Tuhan(yang berhak disembah) melainkan Dia,yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Anugerah Allah pada hamba-Nya berupa sebaik-baik rupa
Allah telah menganugerahkan kepada kita sebaik-baik bentuk dan membaguskannya. Bentuk anugerah Allah adalah: pertama, bentuk Adam yang Allah ciptakan dengan Tangan-Nya langsung dan merupainya. Kemudian Allah meniupkan ruh pada Adam dan memerintahkan para malaikat untuk sujud padanya. (Al-A’raf :11) yang berbunyi :


Artinya : Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.

Al Mushawwir adalah nama Allah. Terkandung di dalamnya kekuatan dan kekuasaan Allah yang tidak tertandingi, yaitu menciptakan bentuk segala sesuatu. Ketika Allah berkehendak, maka terbentuklah segala sesuatu dengan seketika.


Artinya: “ Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia”. (QS. Yaasin : 82).


Tauladan Al  Mushawwir

Orang yang dengan sabar bisa menauladani nama Al Mushawwir, dan mewujudkan hasil karya dalam bentuk yang nyata dan berguna bagi dirinya dan orang-orang lain serta lingkungannya, disebut ABDUL MUSHAWWIR, hamba Tuhan Yang  Maha Membentuk. Dialah orang yang pandai membuat pola pengembangan hidup masa depan. Dialah orang yang bisa hidup dalam kondisi apa saja dan dalam keadaaan apa saja, karena kemampuannya menyesuaikan diri.[23]

Khasiat Al-Mushawwir

Khasiat membaca Yaa Mushawwir disebutkan oleh Syekh Al Manawi:

1.      Bisa menciptakan produk atau kreasi yang menakjubkan.

2.      Melahirkan buah/hasil dari yang diusahakan.

Orang yang mandul, lama belum dikaruniai anak, berpuasalah selama 7 hari. Bacalah “yaa Mushawwir” sebanyak 21 kali sesudah shalat Subuh (ketika sedang berpuasa), 21 kali sebelum berbuka, dan 21 sesudah Maghrib. Awali dengan minum air, insya Allah hilang kemandulannya dan Allah akan membentuk janin dalam rahim.[24]

9. AL-WAHHAAB

Arti Al-Wahhab
Al-wahhab adalah Dzat yang banyak member tanpa batas. Dia yang menguasai langit dan bumi berikut seluruh kekayaan yang dikandungnya.

Pemberian Allah kepada Hamba-Nya
Allah Dzat yang member hidup dan kehidupan pemberian Allah yang paling agung, yaitu berupa akal pikiran, kalbu/ hati, sehingga kita mampu untuk mendapatkan pendidikan yang belum atau bahkan tidak kita ketahui.

Kekuatan Al  Wahhaab

Di dalam Al Wahhaab ada kekuasaan Allah, dan sepercikannya diberikan kepada manusia, berupa kepedulian. Sejahat-jahatt manusia, atau sekejam-kejam orang, hatinya akan tersentuh manakala melihat sesuatu yang menyayat hati, menyaksikan kelaparan misalnya. Hanya orang-orang yang melebihi kewenangan Tuhan yang tidak punya kepedulian. Mereka itulah orang-orang pelit dan rakus, yang tidaki mau tahu keadaan yang terjadi disekitarnya.[25]

Tauladan Al Wahhaab

Orang yang mengamalkan akhlak yang terkandung di dalamnya disebut ABDUL WAHHAAB, Hamba Yang Maha Pemberi. Yaitu orang yang peduli dan suka memberi kepada orang lain. Boleh jadi dibalik kepeduliannya itu ada maksud tersembunyi, tetapi paling tidak dia sudah memulai. Dan jika itu dilakukan secara terus-menerus, Insya Allah akan menjadi kebiasaan yang baik, dan lama-lama akan hilang ria’nya.[26]

Khasiat Al-Wahhaab

Ketika kita berdoa dengan nama “Al-Wahhab”, berarti kita minta diberikan nikmat yang banyak. Barangsiaapa yang mempunyai jiwa sosial, tetapi karena kondisi yang ada padanya dia tidak bisa membantu orang lain, maka banyak-banyakllah berdoa dengan “Yaa Wahhaab”, Allah akan melapangkan dadanya dan memudahkan jalan mencari rezeki. Laksanakan shalaat malam dua rakaaat selama tujuh malam berturut-turut, sesudah salam angkatlah tangan memanjatkan do’a “Yaa Wahhaab”, sebanyak 100 kali lalu menyebutkan permohonannya, niscaya Allah akan mengabulkan doanya.[27]

10. AR-RAZZAAQ

1.      Definisi Ar-Razaaq

Ar-Rzaaq artinya yang Maha Memberi Rezeki. Dengan kata lain Ar-Razaaq adalah Maha pemberi rezeki kepada hambanya dan sebab-sebab memperoleh rizki. Sebagaimana dala (Az-Dzariyat :58):



Artinya :Sesungguhnya Allah Dialah Maha pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.

2.      Mencari rizki Allah dimuka Bumi

Allah menjadikan bumi ini untuk kita. Disana Dia menentukan rizki kita, dan menjadikan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan untuk kita. “Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar-kadar makanan (penghuninya) dalam empat rasa” (QS.Fushilat: 10).

Kekuatan Ar Razzaaq

Ar Razzaq adalah nama Allah yang di dalamnya terkandung kekuatan Maha Luas. Sepercikan dari kekuatan yang dikandungnya diberikan kepada manusia. Kunci kekuatan Al Wahhaab adalah kejelian mengambil manfaat. Apa saja yang ada disekitar anda dan kejadian apa saja yang menimpa anda punya kejelian mengambil manfaat. Misalnya kertas-kertas buangan bisa menjadi rezeki kalau anda mau memanfaatkannya dengan sedikit kreasi dan ketekunan.[28]

Tauladan Ar Razzaaq

Orang yang pandai memanfaatkan seluruh potensi yang ada padanya  dan ada di sekitarnya untuk kemaslahatan, dialah yang disebut ABDUL RAZZAAQ , Hamba Tuhan Pemberi Rezeki. Yaitu orang yang bisa mengambil manfaat dari semua yang dianugerahkan oleh Allah, dan tidak menyia-nyiakannya percuma. Tindakannya selalu bermanfaat, apa yang ada padanya bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.[29]

Khasiat Ar Razaaq

Sungguh tak terhitung rezeki Allah. Yang ada pada diri kita saja tidak tahu, karena belum terpikirkan manfaatnya. Oleh karena itu sebaiknya ketika kita berdoa dengan nama Ar Razaaq diikuti dengan menyebutkan rezki yang kita minta secara khusus sebutlah “ Yaa Razzaaq” dengan mengikutkan sesuatu yang kita mintakan. Bagi keluarga yang kesulitan ekonominya, bacalah “yaa Razzaaq” sebanyaak 10 kali setiap selesai shalat Shubuh menghadap ke kiblaat, lakukanlah di sudut rumah bagian depan sebelah kanan dan kiri, Allah akan menambah rezeki keluarganya.[30]