Rabu, 05 Juni 2013

6 JUNI SEJARAH DAN PERISTIWA


6 JUNI SEJARAH DAN PERISTIWA


6 Juni adalah hari ke-157 (hari ke-158 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Peristiwa 

1664 - Pecah perang antara Inggris dan Belanda di tanah koloni dan di laut, khususnya menyangkut perebutan perdagangan di Asia Tenggara (Selat Malaka).
1944 - Invasi Normandia dimulai: 155.000 tentara Sekutu mendarat di pantai-pantai di Normandia, operasi amfibi terbesar dalam sejarah.
1946 - Asosiasi Bola Basket Amerika didirikan.
1971 - Perang Vietnam: Pertempuran Long Khanh antara pasukan Australia dan pasukan komunis Vietnam dimulai.
1971 - Program Soyuz: Soyuz 11 diluncurkan.
1975 - Regu bulutangkis putri Indonesia; Theresia Widiastuti, Imelda Wigoena, Utami Dewi, Tati Soemirah, Minarni Soedaryanto dan Regina Masli berhasil merebut Piala Uber untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Jepang dengan skor 5-2.
1984 - Tetris, salah satu permainan video terlaris sepanjang masa, dirilis.
2002 - Peristiwa Mediterania Timur. Asteroid berjarak dekat bumi diperkirakan berdiameter 10 meter meledak di atas Laut Tengah di antara Yunani dan Libya. Ledakan yang dihasilkan diperkirakan berkekuatan 26 kiloton, sedikit lebih dahsyat dibandingkan ledakan senjata nuklir di Nagasaki.

Kelahiran 

1695 - Adriaan Valckenier, kelak menjadi Gubernur-Jendral Hindia-Belanda di Batavia antara tahun 1737 - 1741, lahir di Amsterdam, Belanda.
1901 - Ir. Soekarno, Presiden Indonesia pertama (1945-1967) (w. 1970).
1986 - Kim Hyun Joong, pemimpin grup musik SS501.
1990 - Raisa Andriana, penyanyi Indonesia

Meninggal 

1904 - Pieter Jansz, misionaris pertama dari gereja Mennonit Belanda di Amsterdam (L.1820).
1968 - Robert F. Kennedy, salah satu dari adik laki-laki presiden Amerika Serikat John F. Kennedy (L.1925).
1970 - Alexis Remi, ayah dari Georges Remi (L.1882).
1996 - S. Rukiah, penulis Indonesia, yakni menulis novel, cerita anak, cerpen dan puisi (L.1927).
2000 - Alex Evert Kawilarang, seorang perwira militer yang termasuk Angkatan '45 dan mantan anggota KNIL (L.1920).

Hari raya dan peringatan 

2013 - Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1434 Hijriah.

Tanggal Kelahiran

Tanggal Masehi : 6 Juni 2013, Kamis Respati
Tanggal Jawa : 27 Rejeb 1946, Kemis Legi
Tanggal Hijriah : 27 Rajab 1434
Dina, Pasaran : Kemis, Legi
Windu, Lambang : Kuntara, Langkir
Warsa : Jimakir
Wuku : Maktal
Môngsô : Karolas-Asuji (12/05 s/d 11/06)
Sadwårå/Paringkêlan : Tungle
Haståwårå/Padewan : Sri
Sångåwårå/Padangon : Kerangan
Saptåwårå/Pancasuda : Satrya Wibawa
Rakam : Sanggar Waringin
Paarasan : Lakuning Lintang
Kesepian, suka menyendiri, bersifat pendeta, miskin

.Perwatakan berdasarkan Weton dan Wuku

Tanggal Masehi : 6 Juni 2013, Kamis Respati
Tanggal Jawa : 27 Rejeb 1946, Kemis Legi
Tanggal Hijriah : 27 Rajab 1434
Watak berdasarkan weton

Dina : Kemis
Sangar menakutkan.
Pasaran : Legi
Bertanggung jawab, murah hati, enak dalam pergaulan, selalu gembira seperti tidak pernah susah, sering kena fitnah, kuat tidak tidur malam hari, berhati-hati namun sering bingung sendiri, bicaranya berisi. Banyak keberuntungan dan kesialannya.
Haståwårå/Padewan : Sri
Berbelas kasih dan mendapatkan banyak simpati.
Sadwårå : Tungle
(Daun) Bertanggung jawab namun suka membantah.
Sångåwårå/Padangon : Kerangan
(Matahari) Menghidupi (banyak rejeki), menerangi (luas wawasan).
Saptåwårå/Pancasuda : Satrya Wibawa
Berbudi luhur, berwibawa.
Rakam : Sanggar Waringin
Teduh hatinya, suka memberi perlindungan.
Paarasan : Lakuning Lintang
Kesepian, suka menyendiri, bersifat pendeta, miskin.
Watak berdasarkan wuku


Wuku : Maktal
Dewa Bumi : Bethara Sakri.
Pohonnya Nagasari dan burungnya Ayam Alas : Banyak yang bersimpati, ucapannya mememikat, pandai berbakti dan mengabdi.
Gedhongnya ditumpangi umbul-umbul : Mendapatkan kekayaan dan kehormatan bersamaan.
Maktal pancawara amor angin (tersohor dan terkabarkan) : besar hatinya.
Aralnya : berkelahi.
Sedekah / sesaji : Nasi pulen dan nasu gurih, lauknya pindang bebek dan ayam lembaran.
Do'anya : memuliakan Nabi dan selamatnya Adam.
Kala Jaya Bumi : ada di timur laut menghadap barat daya.
Saat wukunya berjalan selama 7 hari, sebaiknya menghindari bepergian yang menuju ke arah timur laut.
Maktal ibarat harimau kelaparan yang siap menerkam.
Wuku Maktal baik untuk menikahkan, mengundang kerabat untuk suatu keperluan, memperbaiki apa saja dan memuja Tuhan.
Tidak baik untuk bepergian, pindah rumah / tempat dan meminjamkan uang.

Puasa Weton

Mulai dari hari

6 Juni 2013
27 Rejeb 1946, Kemis, Legi

11 Juli 2013
3 Poso 1946, Kemis, Legi

15 Agustus 2013
8 Syawal 1946, Kemis, Legi

19 September 2013
14 Dulkaidah 1946, Kemis, Legi

24 Oktober 2013
19 Besar 1946, Kemis, Legi

28 Nopember 2013
24 Suro 1947, Kemis, Legi

2 Januari 2014
29 Sapar 1947, Kemis, Legi

6 Pebruari 2014
5 Bakda Mulud 1947, Kemis, Legi

13 Maret 2014
11 Jumadil Awal 1947, Kemis, Legi

17 April 2014
16 Jumadil Akhir 1947, Kemis, Legi

Dina Apik / Dina Ala bulan Juni 2013


Tanggal Masehi : 6 Juni 2013
Tanggal Jawa : 27 Rejeb 1946, Kemis Legi
Sadwara - Wuku: Tungle, Maktal
Dina Ala: Bngs Padewan

Tanggal Masehi : 9 Juni 2013
Tanggal Jawa : 30 Rejeb 1946, Minggu Wage
Sadwara - Wuku: Paningron, Wuye
Dina Ala: Sengkan

Tanggal Masehi : 10 Juni 2013
Tanggal Jawa : 1 Ruwah 1946, Senen Kliwon
Sadwara - Wuku: Uwas, Wuye
Dina Ala: Taliwangke, Sengkan

Tanggal Masehi : 13 Juni 2013
Tanggal Jawa : 4 Ruwah 1946, Kemis Pon
Sadwara - Wuku: Aryang, Wuye
Dina Ala: Bngs Padewan

Tanggal Masehi : 21 Juni 2013
Tanggal Jawa : 12 Ruwah 1946, Jemuwah Legi
Sadwara - Wuku: Paningron, Manahil
Dina Ala: Naas Tanggal

Tanggal Masehi : 22 Juni 2013
Tanggal Jawa : 13 Ruwah 1946, Setu Pahing
Sadwara - Wuku: Uwas, Manahil
Dina Ala: Naas Tanggal

Tanggal Masehi : 26 Juni 2013
Tanggal Jawa : 17 Ruwah 1946, Rebo Legi
Sadwara - Wuku: Wurukung, Prg.Bakat
Dina Ala: Sengkan

Tanggal Selametan BAGI YANG SUDAH MANGKAT
Tanggal Wafat :

6 Juni 2013
27 Rejeb 1946, Kemis, Legi
Selametan 40 Hari

16 Juli 2013
8 Poso 1946, Selasa, Legi
Selametan 100 Hari

14 September 2013
9 Dulkaidah 1946, Setu, Legi
Selametan Pendhak Pisan - I

26 Mei 2014
26 Rejeb 1947, Senen, Kliwon
Selametan Pendhak Pindho - II

15 Mei 2015
26 Rejeb 1948, Jemuwah, Wage
Selamatan Nyewu

2 Maret 2016
22 Jumadil Awal 1949, Rebo, Legi


6 juni pada alquran pada 6:6......


أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ
6.6. See they not how many a generation We destroyed before them, whom We had established in the earth more firmly than We have established you, and We shed on them abundant showers from the sky, and made the rivers flow beneath them. Yet we destroyed them for their sins, and created after them another generation.
6.6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
6.6. 难道他们不知道吗?在他们之前,我曾毁灭了许多世代,并且把没有赏赐你们的地位赏赐了他们,给他们以充足的雨水,使诸河流行在他们的下面。嗣后,我因他们的罪过而毁灭他们。在他们(灭亡)之后,我创造了别的世代。
6.6. われはかれら以前に,次から次に幾世代も滅ぼしたかを,あなたがたは考えないのか。われは地上でかれらを代々安住させ,あなたがたにすらしなかったものを与えた。われは,かれらの上に雲を送り(雨を)注ぎ降らせ,その足許に川を流れさせた。だが凡ての罪のためにかれらを滅ぼし,その跡に外の世代を出現させた。
6.6. ¿Es que no ven a cuántas generaciones precedentes hemos hecho perecer? Les habíamos dado poderío en la tierra como no os hemos dado a vosotros. Les enviamos del cielo una lluvia abundante. Hicimos que fluyeran arroyos a sus pies. Con todo, les destruimos por sus pecados y suscitamos otras generaciones después de ellos.

catatan pribadiku.

Baiti Jannati..Rumahku adalah syurga bagiku..ungkapan ini adalah simbolis atau sanepa bahwa setiap diri pribadi itu ada sebuah keraton (kerajaan) yang didalamnya ada KEdhaton ing DIRI .(KEDIRI) KEDHATONING DIRI MELIPUTI baitul muharam ,baitul muqodas dan baitul makmur....MIKRO DAN MAKRO KOSMOS JAGAD AGUNG JAGAD ALIT dalam istilah jawa disebut janaloka ,giriloka ,indraloka,,.ketiganya adalah papan kedhatoning GUSTI ..maka tidak heran jika ahli sejarah mencari kerajaan KEDIRI sulit ditemukan jejaknya..seperti hilang musnah ditelan bumi KARNA KERAJAAN KEDIRI BERIKUT RAJA DAN KAWULANYA ada didalam DIRI ...INILAH sehingga muncul istilah MAN AROFA NAFSAHU...barang siapa mengenal DIRI-NYA MAKA IA AKAN (FAKOT AROFA ROBBAHU)..MENGENAL GUSTINYA..YANG MEMILIKI .SINGGASANA YANG AGUNG..YANG MELIPUTI SEGALA KAHANAN sumber dari segala yang hidup dan kehidupan KAHURIPAN,DJAJA ING BAJA DAHA KADHIRI....RAWYA SAGUNG DUMADI.

CANDI BADUT ,MALANG,JAWA TIMUR,INDONESIA

CANDI BADUT,MALANG,JAWA TIMUR,INDONESIA
Candi Badut Adalah Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan.Di masa pemerintahan Maha Raja Gajayana.(yaitu Raja Kanjuruhan Ke II.

Candi Badut Terleak di daerah Karang Besuki, kecamatan Dau, kabupaten Malang, Candi Badut ini sementara  diperkirakan sebagai candi tertua di Jawa Timur.

Berdasarkan pada Prasasti Dinoyo yang terletak pada bait ke empat dikatakan bahwa seorang Raja beserta pembesar-pembesarnya membangun kuil untuk memberantas penyakit yang menghilangkan semangat.

Berdasarkan pada prasasti tersebut, candi Badut didirikan pada tahun 682 Saka atau sekitar tahun 760 Masehi. Juru Pelihara Situs Candi Badut Bernama Jayadi merupakan seorang juru pelihara cagar budaya yang pernah dianugerahi sebagai salah satu dari juru pelihara terbaik se -Indonesia pada tahun 2015 lalu.

Selain itu, Jayadi juga menjelaskan tentang fungsi candi yang dahulunya digunakan sebagai tempat pemujaan Siwa. "Nama bangunannya (candi badut) sendiri dinamakan sebagai bangunannya suci yang dipersembahkan untuk Rsy Agastya atau Siwa", ungkap Jayadi dengan suara serak khas miliknya.

Jayadi juga mengatakan bahwa nama bangunan ini juga disebut sebagai Maha Sipawana dan dipersembahkan sebagai tempat pemujaan.

Lalu, mengapa candi ini dikenal dengan nama Candi Badut?
Pada umumnya candi-candi di Jawa mengikuti nama tempat di mana candi tersebut berada. Candi badut sendiri terletak di di sebuah dusun yang dinamakan dengan dusun Badut. Berdasarkan data yang ada, ternyata penamaan candi Badut memiliki versi yang berbeda. Hingga kini setidaknya ada tiga versi cerita yang mengisahkan 

Berasal dari nama sebuah pohon
Berdasarkan penuturan Jayadi, di wilayah candi Badut terdapat banyak sekali pohon badut (sejenis pohon nangka), sehingga dusun tersebut dinamakan dusun Badut.



candi badut
Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa penamaan "Badut" untuk candi ini didasarkan pada nama sebuah pohon yang banyak tumbuh di dusun tempat candi Badut dibangun.

Nama kecil Raja Gajayana
Berdasarkan cerita yang lain, nama candi diambil dari nama kecil Raja Gajayana, pendiri candi Badut. Pada saat kecil Raja Gajayana memiliki nama Liswa. Liswa merupakan istilah yang berarti anak komedi (jenaka) dan orang Jawa menyebut istilah tersebut sebagai badut.

Karena yang membangun candi Badut adalah Raja yang memiliki kegemaran ngebadut (melucu), akhirnya candi ini berikan nama sesuai dengan karakter Sang Raja tersebut.

Nama Rsy Agastya
Versi cerita ketiga mengatakan bahwa nama candi Badut diambil dari perbandingan penamaan Candi Mendut. Badut berasal dari kata Badyut yang berarti cahaya bintang Agastya.


Kata "Ba" berarti bintang Agastya, sedangkan "Dyut" berarti cahaya atau sinar. Kata "Mendut" yang diambil sebagai perbandingan kata "Men" yang berarti sorot dan "Dyut" berarti cahaya. Sehingga mendyut berarti sorot cahaya Agastya.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)

Candi Badut adalah sebuah candi yang terletak di kawasan Tidar, di bagian barat kota Malang. Secara administratif candi badut terletak di Kelurahan Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di dekat Universitas Ma Chung, sekitar 15 menit berjalan kaki dari sana ke arah Timur. Lokasi ini juga dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Tidar arah menuju Institut Teknologi Nasional. 


Kata Badut diduga berasal dari bahasa Sanskerta Bha-dyut yang berarti sorot Bintang Canopus atau Sorot Agastya.

usia 
Candi ini diperkirakan berusia lebih dari 1400 tahun, Sementara merupakan Situs Candi yang tertua di Jawa Timur dan diyakini adalah peninggalan Prabu Gajayana, penguasa kerajaan Kanjuruhan sebagaimana yang termaktub dalam prasasti Dinoyo bertahun 760 Masehi. Candi Badut ini meninggalkan jejak purbakala sebagai peninggalan sejarah yang perlu di jaga dan dilestarikan keadaannya.


Penemuan
Candi ini ditemukan pada tahun 1921 berupa gundukan bukit batu, reruntuhan dan tanah. Orang pertama yang memberitakan keberadaan Candi Badut adalah Maureen Brecher, seorang kontrolir bangsa Belanda yang bekerja di Malang. Candi Badut dipugar kembali pada tahun 1925M-1927 M.di bawah pengawasan B. De Haan dari Jawatan Purbakala Hindia Belanda. Dari hasil penggalian yang dilakukan pada saat itu diketahui bahwa bangunan candi telah runtuh sama sekali, kecuali bagian kaki yang masih dapat dilihat susunannya. 
Reruntuhan Batu Candi Berjajar Rapi Di Halaman Candi Induk
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017).


(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)


Terlihat Juru Rawat Candi Terbaik Di Indonesia th 2015.


sebelah kiri depan candi terlihat ada kolam yang belum selesai dipugar.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017).
Reruntuhan Batu Candi Berjajar Rapi Di Halaman Candi Induk
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017).


Tertata apik.Bersih dan Rapi.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..


jika kolam ini selesai dipugar,dan diisi air,pasti akan terlihat indah.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017).


Tertata apik.Bersih dan Rapi.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..



Tertata apik.Bersih dan Rapi.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..


Tertata apik.Bersih dan Rapi.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..


bagian belakang candi badut,Tertata apik.Bersih dan Rapi.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..

Tertata apik.Bersih dan Rapi.
(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..

Tertata apik.Bersih dan Rapi.

(Foto Dokumentasi ,Agung Pambudi Candi Badhut Malang 21-08-2017)..


RAHAYU SAGUNG DUMADI

Asal Usul Kerajaan Kanjuruhan dan Leluhur Gajayana Yaitu Dari Kediri.
.Tercatat di Abad Ke 5 Masehi, Kediri Adalah Ibukota Kerajaa Keling ( Kalingga) Yaitu Sebelum Maharani Sima Memindahkan Pusat Kerajaan Kalingga Di Jepara.,.Kediri Adalah Ibu kota Kerajaan Kalingga Yang Lama..Maha Raja Wisnumurti Adalah Raja Kalingga Di Keling Kepung Kediri Yang Memerintah Th 594 M-605 M..Kemudian .Maha Raja Wasugeni adalah Raja Kalingga di Keling Kepung Kediri Yang Memerintah th 605 M-632 M.kemudian .Maha Raja Wasudewa adalah Raja Kalingga di Keling Kepung KediriYang Memerintah Th 632 M-652 M,Kemudian Maha Raja Wasukawi Raja kalingga Di Keling Kepung Kediri Yang memerintah th 652 M.Dilanjutkan Oleh Maha Raja Kiratha Singha Raja Kalingga di Keling Kepung Kediri Yang Memerintah  Th 632 M- 648 M.Kemudian Maha Raja Kartikeya Singha Raja kalingga Di Keling Kepung Kediri (Suami maharani Shima) Yang Memerintah Th 648-674 M ,Lalu Ibukota Keling (Kalingga )Di Pindah Ke Jepara Oleh Maharani Shima Th 674-695.Kemudian Kalingga di Pecah Menjadi Dua Kerajaan Yaitu Kerajaan Bhumi Sambara (Keling) Yang Diperintah Oleh Rakryan Narayana Yang Kelak Menurunkan Raja Raja KANJURUHAN Yaitu DEWA SINGA yang Menurunkan  GAJAYANA .Dan Kerajaan Bhumi Mataram (Medhang) Yang Diperintah Oleh Rani Dewi Parwati.Yang Menikah Dengan MANDIMINYAK raja Galuh Ke Dua,Yang Kemudian menurunkan SANAHA Yang menikah dengan BRATASENAWA Saudara satu ayah lain ibu yang kemudian menurunkan RAKRYAN JAMRI ALIAS MAHA RAJA SANJAYA Yang kelak adalah Pendiri DINASTY SANJAYA Di Mataram (medhang).Itulah Mengapa di Masa Mpu Sindok Mataram (Medhang) kembali Kewilayah Asal Muasalnya Yaitu Kediri Resminya Kala Maha Raja Airlangga Memindahkan Ibukota Kahuripan Di Daha Kediri..


 MENURUT PRASASTI WANUA TENGAH III 830 CAKA (1 OKTOBER 908 M)
.LIHAT DAFTAR RAJA JAWA MENURUT VERSI PRASASTI WANUA TENGAH III
DI BAWAH INI

Kerajaan Keling (KALINGGA DI KELING KEPUNG KEDIRI /SEKARANG ADALAH BAGIAN WILAYAH JAWA TIMUR)  
1. Prabhu Wasumurti 594-605 
2. Prabhu Wasugeni 605-632 
3. Prabhu Wasudewa 632-652 
4. Prabhu Wasukawi 652- 
5.. Prabhu Kirathasingha 632-648 
7. Prabhu Kartikeyasingha sang mokteng Mahamerwacala 648-674 
8. Sri Maharani Mahisasuramardini Satyaputikeswara (Dewi Shimha) 674-695 Dimasa ini Ibukota Kerajaan Keling Kalingga Di Pindah Ke Sekitar JEPARA ,KEMUDIAN KALINGGA dibagi dua: 

A. Kerajaan Bhumi Sambhara (Keling) 
1. Rakryan Narayana Prabhu Iswarakesawalingga Jagatnata Bhuwanatala 695-742 M
2. Rakryan Dewasingha Prabhu Iswaralingga Jagatnata 742-760 M
3. Rakryan Limwana Prabhu Gajayanalingga Jagatnata 760-789 M
4. Dewi Satyadarmika (Uttejana!) menikah dengan Rakai Panangkaran 

B. Kerajaan Bhumi Mataram (Medang) 
1. Rani Dewi Parwati Tunggalpratiwi 695-709 M
2. Dewi Sannaha 709-716 M
3. Sang Bratasennawa (Sanna) 716-732 M
4. Prabhu Sanjaya Ksatrabhimaparakrama Yudhenipuna Bratasennawaputra (Rakai Medang Sang Ratu Sanjaya) 732-754 
5. Sri Maharaja Rakai Panangkaran Dyah Sangkara Tejahpurnapana Panangkarana 754-782 

Wangsa Sailendra 
a. Sri Maharaja Dharanindra Sang Prabhu Sri Wirawairimathana (raja daerah di Bhumisambara 755-782 M) 782-801 
b. Sri Maharaja Samaratungga (Samaragrawira) 801-846 M
c. Pramodawardhani (Sri Kahulunan) menikah dengan Rakai Pikatan 
6. Rakai Panunggalan Lingganagarottama (Prabhu Dyah Panunggalan Bhimaparakrama Linggaprawita Jawabhumandala) 782-800 M
7. Rakai Warak Dyah Watukura Lingganarottama Satyajayabhumi 800-819 M
8. Rakai Garung Dang Rakarayan Patapan Pu Palar 819-840 M
9. Rakai Pikatan Dyah Kamulyan Sang Prabhu Linggeswara Sakalabhumandala 840-856 M
10. Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala (Sri Maharaja Kayuwangi Tunggalkawasa Sakalabhumi / Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Sri Sajanotsawatungga) 856-886 M
11. Sri Maharaja Gurunwangi Dyah Saladu & Rakai Gurunwangi Dyah Ranumanggala 886-890 
12. Sri Maharaja Rakai Limus Dyah Dewendra 890-896 
13. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang (Pu Tguh!) 896-898 M
14. Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung Sri Dharmodaya Mahasambhu (Sri Iswarakesawa Samarottungga) 898-910 M
15. Sri Maharaja Sri Daksottama Bahubajra Pratipaksaksaya (Rakai Kalungwarak Pu Daksa) 910-919 M
16. Sri Maharaja Rakai Layang Dyah Tulodong Sri Sajjana Sanmattanuragatunggadewa 919-924 M
17. Sri Maharaja Rakai Pangkaja/Sumba Dyah Wawa Sri Wijayalokanamotungga 924-929 M
18. Sri Maharaja Rakai Hino Pu Sindok Sri Isanawikramadharmotunggadewa 929-947 M
19. Rani Sri Isanatunggawijaya & Sri Lokapala 947-960! M
20. Sri Maharaja Makutawangsawardhana 960!-980! M
21. Sri Isana Dharmawangsa Teguh Anantawikramottunggadewa (Sang Apanji Wijayamertawardhana) 980!-1016 
22. Sri Maharaja Rakai Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramotunggadewa 1019-1043 M.Kerajaan dibagi 2, Pangjalu dan Janggala. 

Versi Prasasti Wanua Tengah III 830 S (1 Oktober 908) 
1. Rahyangta ri Mdang (Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya) 
2. Rahyangta i Hara 
3. Rakai Panangkaran 7 Oktober 746- 1 April 784 
4. Rakai Panaraban 1 April 784- 28 Maret 803 
5. Rakai Warak Dyah Wanara 28 Maret 803- 5 Agustus 827 
6. Dyah Gula (hanya 6 bulan) 5 Agustus 827- 24 Januari 828 
7. Rakai Garung 24 Januari 828- 22 Februari 847 
8. Rakai Pikatan Dyah Saladu 22 Februari 847- 27 Mei 855 
9. Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala 27 Mei 855- 5 Februari 885 
10. Dyah Tagwas (hanya 8 bulan) 5 Februari - 27 September 885 
11. Rakai Panumwangan Dyah Dewendra 27 September 885- 27 Januari 887 
12. Rakai Gurunwangi Dyah Bhadra (hanya 1 bulan) 27 Januari - 24 Februari 887 
13. Rakai Limus Dyah Dewindra 887-894 
14. Rakai Wungkalhumalang Dyah Jbang 27 November 894-23 Mei 898 
15. Rakai Watukura Dyah Balitung 23 Mei 898- ? 

Kerajaan Janggala 
1. Sri Maharaja Mapanji Garasakan 1041/3-1049 
2. Sri Maharaja Sri Samarotsaha Karnnakeshana Ratnasangkha Kirttisingha Jayantaka Tunggadewa 1049-1059 3
a. Sri Maharaja Garasakan (Raja Janggala-Pangjalu) 1049-1052 
3b. Sri Maharaja Mapanji Alanjung Ahyes Makoputadhanu Sri Ajnajabharitamawakana (Raja Janggala-Pangjalu) 1052-1059 
4. Sri Maharaja Rake Hino Sri Kretapati 1059- ? 

Kerajaan Pangjalu (Kadiri) 
1. Sri Samarawijaya Dhanasuparnnawahana Tguh Uttunggadewa 1041/3-1049 
2a.Sri Maharaja Jitendrakara Wuryyawiryya Parakrama Bhakta 1051 (Prasasti Mataji) 
2b. Mapanji Alanjanung 1049-1052 
3. Sang Jayawisesa Digjayasastraprabhu 1052-1102 
4. Sri Maharaja Jayabhuwana Keshananantawikramottunggadewa 1102-1104 
5. Sri Maharaja Jayawarsa Digjayasastraprabhu 1104-1115 
6. Sri Maharaja Rake Sirikan Sri Parameswara Sakalabhuwana 1115-1117 
7. Sri Maharaja Rake Sirikan Sri Bameswara Sarwwayasa Wiryjanagara 1117-1135 
8. Sri Maharaja Sri Warmmeswara (Jayabhaya) 1135-1159 
9. Sri Maharaja Rake Sirikan Sri Sarwweswara 1159-1169 (1171!) 
10. Sri Maharaja Rake Hino Sri Aryyeswara 1169-1181 
11. Sri Maharaja Sri Kroncaryyadipa Sri Gandra 1181-1182(1185!) 
12. Sri Maharaja Kameswara Triwikrama 1182-1194(!) 
13. Sri Maharaja Sarwweswara (Srengga) 1194-1205(!) 
14. Sang Prabhu Kretajaya (Prabhu Dangdanggendis) 1205(!)-1222 
15. Sang Prabhu Jayasabha 1222-1258 
16. Sang Prabhu Sastrajaya 1258-1271 
17. Sang Prabhu Jayakatwang 1271-1293 

Kerajaan Tumapel (vasal Panjalu) 
1. Tunggul Ametung 1218-1220 
2. Ken Arok 1220-1222 Kerajaan Tumapel 
1. Sri Rajasa Bhattara Sang Amurwabhumi (Ranggah Rajasa atau Bhatara Siwa) 1222-1227 kerajaan dibagi 2: 

A. Kerajaan Panjalu di Daha 
1. Mahisa Wongateleng (Bhatara Parameswara) 1227- ! 
2. Nararya Guning Bhaya (Agni Bhaya) ! - ! 
3. Nararya/Panji Tohjaya ! -1250 

B.Kerajaan Tumapel di Kutaraja & Singhasari(1254) 
1. Sang Anusapati (Anusanatha) 1227-1248
 2. Sri Jaya Wisnuwarddhana (Mapanji Sminingrat/Ranggawuni) 1248-1268 
3. Sri Maharajadhiraja Sri Kertanagara Wikramadharmottunggadewa (Sri Maharaja Sri Lokawijaya Purusottama Wiraasta Basudewadhipa Aniwariwiryanindita Parakrama Murdhaja) 1268-1292 

KERAJAAN MAJAPAHIT IYANG BERIBUKOTA DI TROWULAN 
1. Sri Kertarajasa Jayawarddhana Anantawikrama Uttunggadewa (Nararya Sanggramawijaya atau Sri Harsawijaya) 1293-1309 
2. Sri Jayanagara atau Kalagemet (Sri Sundarapandyadewadhiswaranamarajabhiseka Wikramottunggadewa) 1309-1328 
3. Sri Tribhuwanottunggaraja Anantawikramottunggadewi (Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddhani atau Tribhuwanawijayattunggadewi) 1328-1351 
4. Maharaja Sri Rajasanagara Bhra Hyang Wekas ing Sukha (Hayam Wuruk atau Rajasarajaya) 1351-1389 
5a. Wikramawarddhana (Bhra Hyang Wisesa Aji Wikrama atau Raden Gagaksali) Raja Kedaton Kulon 1389-1429
5b. Kusumawarddhani (Raja Kedaton Kulon) 1400-1401 
6a. Paduka Parameswara Sri Wijayarajasa (Raja Kedaton Wetan) 1376-1398 
6b. Bhre Wirabhumi (Raja Kedaton Wetan) 1398-1406 
7. Suhita (Prabhu Stri) 1429-1447 
8. Sri Maharaja Wijayaparakramawarddhana Dyah Kertawijaya (Bhre Tumapel atau Prabhu Brawijaya) 1447-1451 
9. Sri Rajasawarddhana Sang Sinagara (Bhre Pamotan) 1451-1453 Interregnum 1453-1456 
10. Girisawarddhana Dyah Suryawikrama Bhra Hyang Purwawisesa (Bhre Wengker) 1456-1466 
11. Sri Singhawikramawarddhana Dyah Suraprabhawa (Bhre Pandan Salas atau Bhre Kertabhumi) 1466-1478

IBU KOTA MAJAPAHIT DI PINDAH KE DAHA KEDIRI  (IBUKOTA KERAJAAN KELING /KALINGGA DIZAMAN DAHULU)NAMA KERAJAANNYA ADALAH WILWATIKTA JENGGALA PANJALU KEDIRI
1. Girindrawarddhana Dyah Wijayakarana Sang Mokta ring Amretawisesalaya (Bhre Mataram) 1478-1482 
2. Girindrawarddhana Singhawarddhana Dyah Wijayakusuma Sang Mokta ring Mahalayabhawana (Bhre Pamotan) 1483-1486 
3. Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya (Bhatara Wijaya atau Bhre Kertabhumi) 1486-1527

Senin, 03 Juni 2013

CANDI SUMBER AWAN SINGOSARI ,MALANG ,JAWA TIMUR,INDONESIA.

CANDI SUMBER AWAN,SINGOSARI,MALANG ,JAWA TIMUR ,INDONESIA.


 Candi sumber awan terlihat dari pos penjaga situs.yang dikelolaoleh perhutani.
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018)
Candi Sumberawan.Menurut Juru Kunci Penjaga Situs.bahwa candi ini dahulu dizaman Prabu Hayam Wuruk Yaitu Raja Majapahit Ke IV ,adalah taman Para Putri Raja.dan sekaligus tempat untuk beribadah,mengingat kawasan Singosari /Tumapel dalah daerah dimana Leluhur Majapahit Berasal .
Candi Sumberawan hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu.tempatnya di tengah hutan yang asri sejuk dan indah panoramanya dan tersembunyi jauh dari pusat kota.

 tampak seperti stupa.dan mirip candi di muara jambi ,sumatra.
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Candi ini dibuat dari batu andesit dengan ukuran panjang 6,25 m, lebar 6,25 m, dan tinggi 5,23 m, dibangun pada ketinggian 650 m di atas permukaan laut, di kaki bukit Gunung Arjuna. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah karena terletak di dekat sebuah telaga yang sangat bening airnya. Keadaan inilah yang memberi nama Candi Sumber awan.



  tampak seperti stupa.dan mirip candi di muara jambi ,sumatra.
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada tahun 1935 diadakan kunjungan oleh peneliti dari Dinas Purbakala. Pada zaman Hindia Belanda pada tahun 1937 diadakan pemugaran pada bagian kaki candi, sedangkan sisanya direkonstruksi secara darurat. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Batur candi berdenah bujur sangkar, tidak memiliki tangga naik dan polos tidak berelief. Candi ini terdiri dari kaki dan badan yang berbentuk stupa. Pada batur candi yang tinggi terdapat selasar, kaki candi memiliki penampil pada keempat sisinya. Di atas kaki candi berdiri stupa yang terdiri atas lapik bujur sangkar, dan lapik berbentuk segi delapan dengan bantalan Padma, sedang bagian atas berbentuk genta (stupa) yang puncaknya telah hilang. Karena ada beberapa kesulitan dalam perencanaan kembali bagian teratas dari tubuh candi, maka terpaksa bagian tersebut tidak dipasang kembali. Diduga dulu pada puncaknya tidak dipasang atau dihias dengan payung atau chattra, karena sisa-sisanya tidak ditemukan sama sekali. Candi Sumberawan tidak memiliki tangga naik ruangan di dalamnya yang biasanya digunakan untuk menyimpan benda suci. Jadi, hanya bentuk luarnya saja yang berupa stupa, tetapi fungsinya tidak seperti lazimnya stupa yang sesungguhnya. Diperkirakan candi ini dahulu memang didirikannya untuk pemujaan.



 reruntuhan Candi Perwara, 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Para ahli purbakala memperkirakan Candi Sumberawan dulunya bernama Kasurangganan, sebuah nama yang terkenal dalam kitab Negarakertagama. Tempat tersebut telah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi, sewaktu ia mengadakan perjalanan keliling. Dari bentuk-bentuk yang tertulis pada bagian batur dan dagoba (stupanya) dapat diperkirakan bahwa bangunan Candi Sumberawan didirikan sekitar abad 14 sampai 15 masehi yaitu pada periode Majapahit. Bentuk stupa pada Candi Sumberawan ini menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Buddhisme.



 seperti menhir /lingga ,dan dibelakangnya setumpuk reruntuhan candi perwara/pendamping Candi Induk. 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),

Stupa Sumberawan atau lebih populer dengan nama candi Sumberawan pertama kali ditemukan orang Belanda tahun 1845. Penemuan ini kemudian mendapat kunjungan pertama para peneliti dan dinas Purbakala pada tahun 1935. Dua tahun berselang, pemugaran pada bagian kaki candi pin mulai dilakukan.

Candi Sumberawan sendiri merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Candi yang terletak di desa Toyomarto, Singosari, kabupaten Malang ini, tidak memiliki tangga naik ruangan, yang biasa digunakan untuk menyimpan benda suci. Diduga, bangunan candi Sumberawan ini hanya memiliki bentuk stupa, namun tidak memiliki fungsi sebagai stupa pada umumnya.

Para ahli purbakala memperkirakan, candi Sumberawan ini dahulunya bernama Kasurangganan, yang cukup terkenal di dalam kitab Negarakertagama. Kitab tersebut menyebutkan bahwa Kasurangganan pernah dikunjungi Raja Hayam Wuruk pada tahun 1359 masehi.

Berdasar pada bentuk batur dan stupa, para ahli memperkirakan bangunan candi ini didirikan sekitar abad 14-15 masehi. Tepatnya, pada masa kerajaan Majapahit masih berkuasa. Sedangkan, bentuk stupa pada bangunan candi menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Budhistis.


 tidak ada tulisan yang terpahat di batu yang seperti menhir atau lingga ini. 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),



seperti mahligai dari batu 
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),
Anwar Supriadi, Seksi Museum dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang menjelaskan, selain candi Sumberawan, terdapat banyak situs purbakala lain yang ditemukan di Singosari. Sebut saja, candi Singosari, arca Dwarapala, petirtaan watugede, dan candi Sumber Tele.

Anwar menambahkan, saat ini ada banyak penemuan situs dan cagar budaya yang masih belum dikenal tapi ingin diperkenalkan kepada masyarakat. Beberapa diantaranya, juga masih dalam pengelolaan masyarakat.

"Banyak sekali, seperti situs Nanasan, itu kan masih baru. Dan beberapa penemuan-penemuan yang ada di warga, seperti di desa Toyomarto, ada beberapa situs juga yang dipelihara masyarakat," jelasnya.

Candi Sumberawan sendiri terletak di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota dan keramaian. Tak heran, jika tak banyak yang mengetahui keberadaan candi yang juga dikenal dengan sumber airnya yang bertuah ini.


 memang terlihat seperti Stupa(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),


seperti dua singha sana dari batu didekat reruntuhan candi perwara
(foto Dokumen Agung Pambudi 04-03-2018),


KERAJAAN TUMAPEL (VASAL PANJALU).
1.TUNGGUL AMETUNG (AKUWU-1218-1220 M).AKUWU dizaman sekarang adalah setingkat CAMAT,
2.KEN AROK (1220-1222 M).Ditahun ini Ken Arok Mengkudeta Raja PANJALU KEDIRI KE 14 yaitu SANG PRABU KERTAJAYA (DANDANG GENDIS Yang bertahta di Panjalu Kediri selama 17 th dari th 1205-1222 M ).

KERAJAAN TUMAPEL DI KOTA RAJA
1.KEN AROK Setelah mengkudeta Raja Panjalu Kediri Sri Kertajaya th 1222 M. ia naik tahta di TUMAPEL Bergelar SRI RAJASA BHATARA SANG AMURWA BHUMI (RANGGAH RAJASA/BATARA SIWA ) Bertahta selama 5 th dari th 1222 M-1227 M.kemudian kerajaan TUMAPEL Di bagi dua .yaitu PANJALU di DAHA.Dan Kerajaan TUMAPEL DI KOTARAJA DAN SINGHASARI.

A.KERAJAAN PANJALU DI DAHA (Masa Tumapel adalah).
.1 MAHISA WONGATELENG (BHATARA PARAMESWARA)1227-
2.NARARYA GHUNING BHAYA (AGNI BHAYA).
3,NARAYA /PANJI TOHJAYA (1248-1250 M).Adalah putra Ken Arok /ranggah Rajasa yang terlahir dari ibu Ken Umang.

B.KERAJAAN TUMAPEL DI KUTARAJA DAN SINGHASARI.
1.ANUSAPATI (1227-1248 M).Putra AKUWU TUNGGUL AMETUNG Yang terlahir dari ibu Kendedes,dia menggulingkan ayah tirinya yaitu ken arok /Ranggah rajasa.anusapati dibunuh oleh adiknya yaitu tohjaya th 1248 M.
2.SRI JAYA WISNUWARDHANA (MAPANJI SMININGRAT/RANGGAWUNI) Bertahta selama 20 th dari tahun 1248-1268 M.
3.SRI MAHA RAJA DI RAJA SRI KERTANEGARA WIKRAMA DHARMOTUNGGADEWA (SRI MAHA RAJA SRI LOKAWIJAYA PURUSOTAMA WIRA ASTA BASUDEWA DIPA ANIWARIWIRYANINDITA PARAKRAMA MURDHAJA Bertahta selama 24 dari tahun 1268-1292 M.ditahun ini KERTANEGARA Di Gulingkan oleh JAYAKATWANG .Dri GELANG GELANG.Kemudian JAYAKATWANG Bertahta di DAHA KEDIRI Yang kemudian di SERANG OLEH PASUKAN TAR TAR Dari MONGGOL Yang Bersekutu dengan Menantu KERTANEGARA Yang bernama R WIJAYA (PENDIRI MAJAPAHIT TH 1293 M-1309 M).




Minggu, 02 Juni 2013

CANDI SINGOSARI,MALANG,JAWA TIMUR,INDONESIA

CANDI SINGOSARI,MALANG JAWA TIMUR,INDONESIA.


Depan Pintu Candi singosari,Sepintas bangunan Candi Singasari terlihat seolah bersusun dua, karena bagian bawah atap candi berbentuk persegi, menyerupai ruangan kecil dengan relung di masing-masing sisi. Tampaknya relung-relung tersebut semula berisi arca, namun saat ini kempatnya dalam keadaan kosong. Di atas setiap ambang 'pintu' relung terdapat hiasan kepala Kala dengan pahatan yang lebih rumit dibandingkan dengan yang ada di atas ambang pintu masuk dan relung di tubuh candi. Puncak atap sendiri berbentuk meru bersusun, makin ke atas makin mengecil. Sebagian puncak atap terlihat sudah runtuh.

 Ruang dalam Candi Singosari, Di bagian dalam Candi Singosari terdapat sebuah ruangan yang digunakan untuk menempatkan sebuah arca Lingga dan Yoni. Sedangkan pada tiap sisinya terdapat arca Ganesha di sebelah timur, arca Resi Agastya di sisi selatan, dan arca Durga di sisi sebelah utara, sayang arca-arca yang ada hanya tinggal arca Agastya, sedangkan yang lain sudah tidak ada.



Candi Singhasari /Singosari  ,merupakan candi Hindu - Buddha peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singhasari /Singosari,Yang berlokasi di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 10 km dari Kota Malang. Candi ini berada pada lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna pada ketinggian 512m di atas permukaan laut.

Cara pembuatan Candi Singhasari ini menggunakan sistem menumpuk batu andhesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun ke bawah.


Menurut Negarakertagama
Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M yang terletak di halaman komplek Candi, Candi ini merupakan tempat "pendharmaan" bagi raja Singasari terakhir (Raja Kerajaan Singosari ke III.Yaitu Kertanegara Yang Berahta th 1268-, Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292 akibat istananya diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin Jayakatwang.). Kuat dugaan, Candi ini tidak pernah selesai dibangun.


Kapan tepatnya Candi Singhasari didirikan masih belum diketahui, namun para ahli purbakala memperkirakan Candi ini dibangun sekitar tahun 1300 M, sebagai persembahan untuk menghormati Raja Kertanegara dari Singhasari. Setidaknya ada dua candi di Jawa Timur yang dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, yaitu Candi Jawi dan Candi Singhasari. Sebagaimana halnya Candi Jawi, Candi Singhasari juga merupakan candi Syiwa. Hal ini terlihat dari adanya beberapa arca Syiwa di halaman Candi.

Struktur dan kegunaan bangunan Candi
Komplek percandian menempati areal 200 m × 400 m dan terdiri dari beberapa candi. Candi yang juga dikenal dengan nama Candi Cungkup atau Candi Menara ini, menunjukkan bahwa Candi Singasari adalah candi yang tertinggi pada masanya, setidaknya dibandingkan dengan candi lain di sekelilingnya. Namun saat ini di kawasan Singhasari hanya Candi Singhasari yang masih tersisa, sedangkan candi lainnya telah lenyap tak berbekas.

Bangunan Candi Singasari terletak di tengah halaman. Tubuh candi berdiri di atas batur kaki setinggi sekitar 1,5 m, tanpa hiasan atau relief pada kaki candi. Tangga naik ke selasar di kaki candi tidak diapit oleh pipi tangga dengan hiasan makara seperti yang terdapat pada candi-candi lain. Pintu masuk ke ruangan di tengah tubuh candi menghadap ke selatan, terletak pada sisi depan bilik penampil (bilik kecil yang menjorok ke depan). Pintu masuk ini terlihat sederhana tanpa bingkai berhiaskan pahatan. Di atas ambang pintu terdapat pahatan kepala Kala yang juga sangat sederhana pahatannya. Adanya beberapa pahatan dan relief yang sangat sederhana menimbulkan dugaan bahwa pembangunan Candi Singhasari belum sepenuhnya terselesaikan.

Di kiri dan kanan pintu bilik pintu, agak ke belakang, terdapat relung tempat arca. Ambang relung juga tanpa bingkai dan hiasan kepala Kala. Relung serupa juga terdapat di ketiga sisi lain tubuh Candi Singhasari. Ukuran relung lebih besar, dilengkapi dengan bilik penampil dan di atas ambangnya terdapat hiasan kepala Kala yang sederhana. Di tengah ruangan utama terdapat yoni yang sudah rusak bagian atasnya. Pada kaki yoni juga tidak terdapat pahatan apapun.


Arca-Arca Candi
Di sisi barat laut komplek terdapat sepasang arca raksasa besar (tinggi hampir 4m, disebut Dwarapala) dan posisi gada menghadap ke bawah, ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasa tetapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. Dan posisi arca ini hanya ada di Singhasari, tidak ada di tempat ataupun kerajaan lainnya. Dan di dekatnya arca Dwarapala terdapat alun-alun. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa candi terletak di komplek pusat kerajaan. Letak candi Singhasari yang dekat dengan kedua arca Dwarapala menjadi menarik ketika dikaitkan dengan ajaran Siwa yang mengatakan bahwa dewa Siwa bersemayam di puncak Kailasa dalam wujud lingga, batas Timur terdapat gerbang dengan Ganesha (atau Ganapati) sebagai penjaganya, gerbang Barat dijaga oleh Kala dan Amungkala, gerbang Selatan dijaga oleh Resi Agastya, gerbang Utara dijaga oleh Batari Gori (atau Gaurī). Karena letak candi Singhasari yang sangat dekat dengan kedua arca tersebut yang terdapat pada jalan menuju ke Gunung Arjuna, penggunaan candi ini diperkirakan tidak terlepas dari keberadaan gunung Arjuna dan para pertapa yang bersemayam di puncak gunung ini pada waktu itu.

Bangunan candi utama dibuat dari batu andesit, menghadap ke barat, berdiri pada alas bujur sangkar berukuran 14 m × 14 m dan tinggi candi 15 m. Candi ini kaya akan ornamen ukiran, arca, dan relief. Di dalam ruang utama terdapat lingga dan yoni. Terdapat pula bilik-bilik lain: di utara (dulu berisi arca Durga yang sudah hilang), timur yang dulu berisi arca Ganesha, serta sisi selatan yang berisi arca Siwa-Guru (Resi Agastya). Di komplek candi ini juga berdiri arca Prajnaparamita, dewi kebijaksanaan, yang sekarang ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Arca-arca lain berada di Institut Tropika Kerajaan, Leiden, Belanda, kecuali arca Agastya.

Pemugaran dan usaha konservasi
Candi Singasari baru mendapat perhatian pemerintah kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-20 . Restorasi dan pemugaran Candi Singhasari dimulai tahun 1934 dan bentuk yang sekarang dicapai dalam keadaan berantakan pada tahun 1936.
Arca yang terdapat di halaman pintu masuk candi sudah banyak yang rusak.

rerunttuhan candi yang terjajar dipintu candi berupa yoni,arca ,lingga,dll,
 batu candi yang terkumpul di bawah pohon
batu batu reruntuhan candi yang tersusun di bawah pohon.
 tampak pemandangan dari halaman candi disana terlihat deretan arca yang di jajar rapi.
namun kondisinya banyakyang rusak

pemandangan dari dalam candi ke luar
 relief singa yang sudah rusak



 relief Singa yang sudah Rusak ,nampak kepalanya sudah hilang entah dirusak oleh tangan jahil siapa.tentu tangan jahil mereka yang tidak peduli kepada peradaban leluhurnya sendiri.di bhumi jawa ini
 Arca Ken Dedes juga Rusak.

 Relief Singa ini seperti Yoni.yang sangat menggambarkan Kerajaan Singosari di masa lampau.sayang banyak yang rusak.


 ini Masih Lumayan Utuh.


deretan Purbakala di Halaman Candi Singosari.

KERAJAAN TUMAPEL (VASAL PANJALU).
1.TUNGGUL AMETUNG (AKUWU-1218-1220 M).AKUWU dizaman sekarang adalah setingkat CAMAT,
2.KEN AROK (1220-1222 M).Ditahun ini Ken Arok Mengkudeta Raja PANJALU KEDIRI KE 14 yaitu SANG PRABU KERTAJAYA (DANDANG GENDIS Yang bertahta di Panjalu Kediri selama 17 th dari th 1205-1222 M ).

KERAJAAN TUMAPEL DI KOTA RAJA
1.KEN AROK Setelah mengkudeta Raja Panjalu Kediri Sri Kertajaya th 1222 M. ia naik tahta di TUMAPEL Bergelar SRI RAJASA BHATARA SANG AMURWA BHUMI (RANGGAH RAJASA/BATARA SIWA ) Bertahta selama 5 th dari th 1222 M-1227 M.kemudian kerajaan TUMAPEL Di bagi dua .yaitu PANJALU di DAHA.Dan Kerajaan TUMAPEL DI KOTARAJA DAN SINGHASARI.

A.KERAJAAN PANJALU DI DAHA (Masa Tumapel adalah).
.1 MAHISA WONGATELENG (BHATARA PARAMESWARA)1227-
2.NARARYA GHUNING BHAYA (AGNI BHAYA).
3,NARAYA /PANJI TOHJAYA (1248-1250 M).Adalah putra Ken Arok /ranggah Rajasa yang terlahir dari ibu Ken Umang.

B.KERAJAAN TUMAPEL DI KUTARAJA DAN SINGHASARI.
1.ANUSAPATI (1227-1248 M).Putra AKUWU TUNGGUL AMETUNG Yang terlahir dari ibu Kendedes,dia menggulingkan ayah tirinya yaitu ken arok /Ranggah rajasa.anusapati dibunuh oleh adiknya yaitu tohjaya th 1248 M.
2.SRI JAYA WISNUWARDHANA (MAPANJI SMININGRAT/RANGGAWUNI) Bertahta selama 20 th dari tahun 1248-1268 M.
3.SRI MAHA RAJA DI RAJA SRI KERTANEGARA WIKRAMA DHARMOTUNGGADEWA (SRI MAHA RAJA SRI LOKAWIJAYA PURUSOTAMA WIRA ASTA BASUDEWA DIPA ANIWARIWIRYANINDITA PARAKRAMA MURDHAJA Bertahta selama 24 dari tahun 1268-1292 M.ditahun ini KERTANEGARA Di Gulingkan oleh JAYAKATWANG .Dri GELANG GELANG.Kemudian JAYAKATWANG Bertahta di DAHA KEDIRI Yang kemudian di SERANG OLEH PASUKAN TAR TAR Dari MONGGOL Yang Bersekutu dengan Menantu KERTANEGARA Yang bernama R WIJAYA (PENDIRI MAJAPAHIT TH 1293 M-1309 M).



catatan pribadiku
DIALAH YANG MERANGKAI INDAHNYA KEHIDUPAN YANG MEMILIKI SINGGASANA YANG AGUNG ..YANG MELAHIRKAN SEJUTA CINTA DIHATIMU..CINTAMU KAN MEMBAWAMU KEDALAM RUANGNYA...MAHA CINTA BERSENANDUNG DIRELUNG KALBUKU..

KERAJAAN PERTAMA DI NUSANTARA

KERAJAAN PERTAMA DI BHUMI NUSANTARA

Menurut Kitab PUSTAKA RAJA.PURWA (GUBAHAN R,NGABEHI RANGGA WARSITA, DARI RAJA KEDIRI ,SRI AJI JAYABAYA).Kerajaan Pertama DI Dunia Bernama KUSNIA MALEBARI ,Yang Menjadi Raja Adalah NABI ADAM AS,(SYANG HYANG ADAMA/SANG HYANG JANMA WALIJAYA) Kemudian Kerajaan ADAM Ini Di Wariskan Kepada Putranya Yang Bernama SAYIDINA KANIRARAS.Sedangkan Putra NABI ADAM Yang Lain Adalah NABI SIS AS(SYANG HYANG SYTA) Yang Menurunkan RAJA RAJA NUSANTARA ,Kerajaan NUSANTARA Yang Pertama Adalah DIPULAU JAWA(Pulau Panjang Yang Membentang DariI Sumatra Hingga BALI ,Saat Itu Masih Satu Daratan),,Tepatnya DiPuncak ARGODUMILAH GUNUNG MAHENDRA (G ,LAWU /Sekarang Perbatasan JAWA TENGAH DAN JAWA TIMUR),Nama Kerajaanya Adalah KAHYANGAN ARGADUMILAH Yang MenjadiI MAHARAJA Adalah BATARA GURU.(SRI PADUKA MAHADEWA BUDA).Putra SANG HYANG TUNGGAL ,Putra SANG HYANG WENANG,Putra SANG HYANG NURASA,Putra SANG HYANG NUR CAHYA,Putra SANG HAYANG SYTA(NABI SIS) Putra ADAM.Ribuan Tahun Yang Lalu Sebelum Ada-Nya Tahun Masehi.Kemudian KERAJAAN Itu Berganti Nama Menjadi KERAJAAN MEDHANG KAMULAN..Yang Artinya CAHAYA PERMULAAN.,Peninggalan KERAJAAN Ini Selaras Dengan Banyak Bukti Yang Di Temukan Di Sekitar Wilayah Itu ,Yaitu FOSIL MANUSIA PURBA Dan BINATANG PURBA Di Sekitar Kaki GUNUNG LAWU Para Ahli Sejarah PURBAKALA Sepakat Bahwa Manusia JAWA Adalah Manusia Tertua Di DUNIA Ini,Sebelum Ada Penemuan Bukti Yang Mematahkan Bukti Bukti Yang Ada Sekarang ,Menandakan Ada Peradaban KUNO Di JAWA 2 Juta Tahun Yang Lalu, Meganthropus palaeojavanicus,Penduduk Asli JAWA Adalah Kaum JAWATA(KETURUNAN DEWA/SANG HYANG).Inilah Yang Disebut Asli Orang JAWA.(Keturunan Sayid Anwar bin Sis As) (penduduk Jawa yang terdiri dari Bangsa Keling ,Siam,Benggala,dan Rum yang dibawa AJISAKA ,itu bukan asli keturunan JAWATA.atau dari garis keturunan dari dari nabi sis as yang menurunkan sayid anwar atau sang hyang nurcahya.melainkan adalah keturunan dari putra nabi adam yang lain.namun ahirnya beranak pinak menjadi penduduk Jawa atau rakyat yang mengabdi kepada RAJA RAJA JAWA Yang Memang Keturunan para JAWATA./SANG HYANG). Sedangkan Orang Orang Yang Dibawa AJISAKA Kepulau JAWA Adalah 20.000 Orang Dari Negri RUM,Yang Kemudian Mati Semua,Hanya Tersisa 2O Orang,Yang Kemudian Pulang Kembali Ke NEGRI RUM ,EXPEDISI Ke PULAU JAWA Yang Kedua ,AJISAKA Membawa 20,000 Orang Terdiri Dari Bangsa KELING,SIAM,Dan BENGGALA,Yang Kemudian Di Tambah Oleh BANGSA RUM Pada EXPEDISI Ke Tiga KEPULAU JAWA Atas Perintah RAJA OTTO Dari I RUM.Sehingga Kini Penduduk PULAU JAWA Terdiri Dari Berbagai RAS SUKU BANGSA..(Suku bangsa yang tersebut di atas adalah keturunan dari putra nabi adam yang lain.,) ,,DEWATA CENGKAR Bukanlah Raja Pertama KERAJAAN MEDANG KAMULAN Saat AJISAKA Tiba Di PULAU JAWA.. AJISAKA Adalah Pewaris Tahta KERAJAAN SURATI ,Ayahnya Bernama BATARA ANGGAJALI Putra EMPU RAMAYADI,Ibu AJI SAKA Bernama DEWI SAKA Putri PRABU SAKIL Dari KERAJAAN NAJRAN. AJISAKA Datang Ke PULAU JAWA Atas Utusan BATARA GURU (MANIKMAYA) Dan RAJA GALBAH Dari KERAJAAN RUM ,Kesimpulan-nya DEWATA CENGKAR maupun AJISAKA Bukan Manusia Pertama Yang Mengisi TANAH JAWA,,,Tetapi Jauh Sebelumnya Ada Yang Lebih Dahulu Menghuni PULAU JAWA....Yaitu Para JAWATA Dan SANG HYANG....ORANG JAWA Mengenal Leluhurnya Itu Dengan Sebutan SANG HYANG ADAMA/SANG HYANG JANMA WALIJAYA.....Sedangkan ORANG ARAB Dan TIMUR TENGAH Mengenal Dengan Sebutan NABI ADAM AS.. Menurut Kitab Pustaka raja Purwa Kerajaan Setelah Medhang kamulan di Gunung Mahendra , Adalah Kerajaan Di Sunda Banten Yang Pertama Adalah KERAJAAN MEDHANG GILI yang Menjadi Raja Adalah BATARA BRAMA Putra BATARA GURU,BATARA BRAMA Mendirikan Kerajaan Medang Gili Yang Kemudian Berganti nama menjadi Kerajaan Giling Wesi.BATARA BRAMA Adalah Raja Sunda Yang Pertama Bergelar SRI MAHA RAJA SUNDA Ibu Kota Kerajaanya di Puncak Gunung MAHERA BANTEN..DiZaman Yang Sama BATARA WISNU Mendirikan Kerajaan Di Gunung Gora (sekitar Tegal Jawa Tengah) Kerajaanya Bernama Kerajaan Medhang Pura,dan Batara Wisnu Bergelar SRI MAHA RAJA SUMAN,Dan Gunung Mahameru (jawa Timur) BATARA INDRA Mendirikan Kerajaan Bernama MEDHANG GHANA.Dan Bergelar SRI MAHA RAJA SAKRA..Di Gunung Raja Basa (Sekarang Sumatra Selatan ) BATARA SAMBU Mendirikan Kerajaan MEDHANG PRAWA Dan Bergelar SRI MAHA RAJA MALDEWA.DI Gunung Karang (sekarang adalah Bali) BATARA BAYU Mendirikan Kerajaan MEDHANG GORA Dan Bergelar SRI MAHA RAJA BIMA. Dari Keterangan Diatas dapat disimpulkan bahwa situs Gunung Padang di Jawa Barat ,Bukan Satu Satunya Situs Tertua.,karna Dilereng Gunung Lawu ada CANDI SUKUH(karang Anyar Yang Di Perkirakan Oleh Ahli Purbakala Yang Usianya Juga Sama Dengan Situs Gunung Padang..sedangkan di museum trinil..ada fosil manusia jawa yang usianya 2jt th SM. BATARA BRAMA/SRIMAHA RAJA SUNDA Berbesan Dengan BATARA WISNU Yang Menurunkan Generasi ASLI SUNDA (PA-RA -HYANG-AN Dan ASLI JAWA.(JAWA-TA)TIYANG JAWI(TI-HYANG JAWA-WIWITAN). LELUHUR JAWA DAN SUNDA SAMA SAMA DARI SANG HYANG ADAMA.YANG MENURUNKAN SANG HYANG SYTA (Nabi Sis ) Yang Menurunkan Sayid Anwar (SANG HYANG NURCAHYA).